Target Retribusi Tenaga Asing Stagnan, Tahun Ini Cuma Segini

PASURUAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan, tahun ini tak berani menaikkan target retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Alasannya, jumlah tenaga kerja asing (TKA) diperkirakan masih sama. Karenanya, target retribusi IMTA sama dengan tahun kemarin, tetap Rp 2 miliar.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Pasuruan Agus Hernawan mengatakan, tahun kemarin pendapatan retribusi IMTA memang memenuhi target. Dari target Rp 2 miliar, tercapai Rp 2,6 miliar atau 130 persen. “Tahun kemarin tercatat ada 156 TKA yang bekerja hanya di Kabupaten Pasuruan. Sehingga, sampai tutup tahun ada retribusi IMTA hingga Rp 2,6 miliar,” ujarnya.

Agus mengatakan, meski tahun lalu retribusi IMTA mencapai target, tahun ini pihaknya tidak menaikkan target perolehan retribusi. Sebab, jumlah TKA diperkirakan masih sama atau bahkan bisa menurun. Termasuk, tidak semua TKA membayar IMTA ke Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, jumlah TKA yang tercatat bekerja di Kabupaten Pasuruan mencapai 424 orang. Namun, tidak semuanya membayar IMTA di Kabupaten Pasuruan. “Karena yang membayar IMTA hanya yang bekerja di Kabupaten Pasuruan. Ada juga yang membayar IMTA di provinsi ataupun pusat, jika wilayah kerjanya antarkota atau provinsi,” jelasnya.

Agus mengatakan, sejak November 2018, perizinan TKA langsung terpusat secara online ke Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, TKA yang bekerja hanya di Kabupaten Pasuruan tetap membayar retribusi ke Disnaker Kabupaten Pasuruan.

“TKA biasanya bekerja di top manajemen perusahaan. Ada beberapa yang pulang ke negaranya karena sudah transfer knowledge ke tenaga kerja Indonesia. Sehingga, jumlah TKA cenderung menurun dan target IMTA kami tetap sama seperti tahun lalu,” ujarnya. (eka/rud/fun)