Dari 5.088 Jargas di Probolinggo, Baru 33 Persen Bisa Dioperasikan

PROBOLINGGO – Dari 5.088 jaringan gas (jargas) yang dibangun Kementrian ESDM sepanjang tahun 2018, baru 33 persen saja yang bisa dioperasikan. Perusahaan gas negara (PGN) menargetkan, semua jargas bisa dioperasikan dalam waktu 3 bulan ke depan.

“Dari 5.088 saluran gas rumah tangga, yang bisa dioperasikan sekitar 1.655 jaringan atau sekitar 33 persen. Target kami tiga bulan ke depan bisa dioperasikan semua,” ujar Dani Praditya, Direktur Komersial PGN.

Menurut Dani, pekerjaan pembangunan telah selesai pada akhir tahun 2018. Selanjutnya selama 1 tahun adalah masa perawatan. “Selama masa perawatan ini, akan dilakukan segera semua jaringan rumah tangga bisa dioperasikan. Targetnya 3 bulan ini bisa semua dioperasikan,” jelasnya.

Hal berbeda diungkapkan Agus Kuswandono, PPK pembangunan jaringan gas bumi. Menurutnya, sampai senin (4/3) malam total sudah ada 1.800 jaringan gas rumah tangga yang bisa dioperasikan.

Supini, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan adalah salah satu warga yang rumahnya telah terpasang jaringan gas bumi. Menurutnya, penggunaan gas bumi jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan gas elpiji.

“Biasanya satu bulan habis dua tabung elpiji senilai Rp 30 ribu. Sekarang habisnya Rp 25 ribu dengan menggunakan gas bumi,” ujarnya.

Selain itu Supini juga tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan gas saat memasak. Penggunaan gas bumi untuk skala rumah tangga ini tersedia selama 24 jam. (put/hn)