Diguyur Hujan hingga Alun-alun Banjir, Festival Pendalungan Tetap Digelar

MAYANGAN – Hujan deras dan angin kencang yang melanda Probolinggo Rabu sore (6/3), tak mempengaruhi acara Festival Pendalungan dan Pasar Rakyat yang digelar di Alun-alun kota. Di bawah guyuran hujan lebat, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota HMS Subri tetap membuka kegiatan yang akan digelar hingga Minggu (10/3).

Hadi Zainal Abidin mengatakan, guyuran hujan tidak mematahkan semangat gelaran tersebut. Bahkan, Hadi dan Subri serta pejabat lainnya rela basah-basahan saat meninjau stan demi stan yang ada di alun-alun.

Ketua DPC PKB itu mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah bagi UKM yang ada di Kota Probolinggo untuk mengenalkan produknya. Sejalan dengan visi misinya, Hadi ingin setiap tahunnya ada 500 UKM baru demi menggelorakan iklim usaha di kota mangga.

Tak hanya itu, dalam pembukaan kemarin, pemkot juga melaunching call centre 112 untuk warga kota yang ingin menyampaikan pengaduan. Layanan ini menurut Hadi gratis. “Harapannya dengan layanan terpadu ini, masyarakat bisa terfasilitasi jika ada persoalan yang sedang dihadapi,” terangnya.

Apresiasi soal layanan terpadu tersebut disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Provinsi Jatim Budiono. Menurutnya, hanya ada dua daerah di jatim yang menggunakan layanan tersebut. Yakni Kota Surabaya dan Kota Probolinggo. “Saya apresiasi terkait dengan langkah layanan tepadu ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tutang Heru Aribowo mengatakan, Festival Pendalungan dan Pasar Rakyat itu menjadi ajang mengenalkan budaya lokal. Baik keseniannya, maupun kulinernya. “Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” terangnya.

Hanya saja, hujan deras yang kemarin mengguyur lokasi acara, membuat alun-alun sepi. Bahkan, alun-alun terendam air setinggi 30 sentimeter. Sejumlah stan memilih tutup karena tak ada pembeli yang datang. Belum lagi listrik yang memang sengaja dipadamkan untuk menghindari korslet. Mengingat banyaknya kabel yang digunakan.

Hilmayatus, salah satu pedagang mengaku percuma stannya buka bila tak ada pembeli. Apalagi kondisi hujan seperti kemarin, memang tidak memungkinkan untuk mendatangkan pembeli. Karena itu, ia memutuskan baru buka stan hari ini.

“Saya buka besok (Kamis, 7/3, Red) saja. Kalau sekarang percuma, pembeli tidak ada. Selain itu dalam bedak ada genangan air hingga 20 sentimeter. Khawatir barang yang saya jual juga rusak,” ungkapnya. (rpd/rf)