Pelemparan Bondet di Pasrepan Masih Misteri, Korban Ngaku Tak Punya Musuh

PASREPAN – Upaya menemukan pelaku pelemparan bondet pada Misnalim, 70, warga Desa Cengkrong, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, masih menemui jalan buntu. Polsek Pasrepan terkendala keterangan saksi yang minim.

Kanit Reskrim Polsek Pasrepan Aipda Budi Jatmiko mengatakan, istri Misnalim yaitu Mujayana, 50, saat kejadian memang ada di lokasi kejadian. Namun keterangannya belum cukup untuk membuka tabir peristiwa yang terjadi di ladang jagung Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan itu.

“Kami sudah tanyai saksi, yaitu istrinya yang juga ada di TKP (tempat kejadian perkara). Namun, dari penuturan istri korban, selain pelaku menggunakan penutup wajah dengan kaus, dia juga tidak mengenali pelaku. Meskipun ia bisa menjelaskan ciri-ciri fisik pelaku karena sempat melihat,” terangnya.

Selain saksi utama, Polsek Pasrepan juga sudah berusaha meminta keterangan korban yang saat ini masih dirawat di RS Saiful Anwar, Malang.

Korban menurut Budi bisa dimintai keterangan. Namun, keterangan korban juga tidak cukup membantu mengungkap kejadian itu. Korban juga tidak mengenal pelaku.

Dua saksi lain yang juga dimintai keterangan adalah Saiful, cucu korban dan juga Aksan, mantan kades setempat yang membantu mengevakuasi korban. Budi mengatakan, Saiful diinterogasi mengenai kemungkinan permasalahan di internal keluarga.

“Namun dari cucunya juga mengaku bahwa kakeknya selama ini tidak ada musuh. Korban ini katanya orang sabar dan pendiam. Termasuk terkait warisan juga tidak ada masalah. Sehingga memang sulit mengembangkan kasus ini,” terangnya. Keterangan Aksan juga tidak banyak membantu polisi menguak motif dibalik pelemparan bondet itu.

Budi menjelaskan bahwa dari saksi ataupun keluarga, masih tidak bisa menemukan motif terkait aksi pembodetan tersebut. “Kalau misalnya ada musuh si A atau si B, kami bisa kembangkan dari dugaan tersebut. Sayangnya, informasi masih tertutup. Sehingga motif pembondetan sendiri masih belum bisa terkuak,” terangnya.

Meski buntu, polisi memastikan akan terus mengusut aksi pelemparan bondet tersebut. “Selain itu, kami akan coba menelusuri juga daerah sekitar TKP. Karena kami belum temukan saksi yang melihat setelah pelaku meninggalkan TKP. Memang lokasi TKP cukup sepi. Selain jauh dari jalan, juga jarak antar rumah bisa 1 kilometer. Sehingga, cukup sulit mencari saksi yang diduga bisa melihat pelaku saat setelah meninggalkan TKP,” jelasnya. (eka/rf)