Ruang Rawat Inap di RSUD dr Soedarsono Kerap Penuh, Ini Langkah yang Dilakukan Manajemen

TUNGGU PASIEN: Keluarga pasien di ruangan yang ada di RSUD dr R Soedarsono menunggu di luar. Semenjak program UHC terlaksana, ruang rawat inap di rumah sakit milik Pemkot Pasuruan ini kerap penuh. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Ruang rawat inap di RSUD dr Soedarsono kerap penuh. Alhasil, pasien terkadang harus menunggu di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD setempat.

Sejauh ini manajemen rumah sakit pelat merah menyebutkan, kondisi ini dipastikan tidak sampai mengganggu pelayanan pada pasien. Hanya saja, pasien memang harus bersabar, jika ruang rawat inap masih penuh.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan, dr. Tina Soelistiani membenarkan ruang rawat inap RSUD yang kerap penuh. Kondisi ini tidak terlepas dari program universal health coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta yang dicanangkan oleh Pemkot Pasuruan.

Sehingga, seluruh masyarakat Kota Pasuruan dapat terkover layanan kesehatan gratis melalui program Badan Pelayanan jaminan sosial (BPJS) kesehatan kelas III. Dampaknya, masyarakat tidak mampu pun dapat berobat dan terlayani.

“Memang benar. Ruang rawat inap di RSUD sering penuh. Ini dampak dari UHC. Mungkin dulu banyak masyarakat tidak mampu enggan berobat ke RSU. Sekarang karena sudah terjamin gratis, mereka pun berobat ke sini,” jelasnya.

Tina menjelaskan kapasitas ruang rawat inap di RSUD dr R Soedarsono sebanyak 273 tempat tidur. Khusus untuk kelas III sebanyak 125 tempat tidur.

Jumlah tersebut sudah sesuai dengan Permenkes nomor 56 tahun 2014 tentang klasifikasi perizinan rumah sakit bahwa kelas III minimal 30 persen dari kapasitas.

Ia menyebut kondisi ini tidak sampai membuat pelayanan terganggu. Seluruh pasien tetap langsung ditangani oleh dokter dan spesialis. Jika memang memerlukan untuk menginap namun ruangan penuh, maka mereka untuk sementara tetap di kamar IGD.

“Agar praktis kami menggunakan brankar. Sehingga jika ada kamar kosong langsung bisa dengan mudah dipindahkan. Toh, selama ini rata-rata jumlah pasien IGD hanya berkisar 5-10 orang, sementara waktu tunggu berkisar paling lama 2×24 jam sampai ada kamar kosong,” pungkas Tina. (riz/fun)