Harga Sayur-Cabai Rawit di Pasar Tradisional Naik

PROBOLINGGO – Harga sejumlah komoditas sayur dan cabai rawit mengalami kenaikan. Meskipun kenaikan ini tidak signifikan karena rata-rata kenaikan kisaran hanya Rp 1.000-Rp 2.000 per kilogram.

“Cabai memang naik. Hari ini (7/3, red) Rp 20 ribu per kilogram untuk cabai rawit,” ujar Ruhayah, 40, salah satu pedagang di pasar baru.

Ruhayah menambahkan, beberapa hari sebelumnya harga cabai masih Rp 18 ribu per kilogram. Namun karena dari tengkulak naik, maka ke pembeli pedagang ikut menaikkan.

“Dua minggu lalu masih Rp 15 ribu per kilogram. Harga segini termasuk murah untuk cabai rawit. Dulu pas musim hujan bisa sampai Rp 50 ribu bahkan pernah sampai Rp 100 ribu per kg,” ujarnya.

Warga asal Mangunharjo ini mengaku tidak tahu pasti naiknya harga. Namun dari tengkulak sudah menaikkan harga.

Selain cabai rawit, harga sejumlah komoditas sayur juga mengalami kenaikan harga. Seperti komoditas sayur kubis dan wortel. “Kubis dan wortel yang naik. Mungkin karena ada Nyepi makanya petani dari Sukapura tidak kirim sayur,” ujar Sholeha, 35, salah satu pedagang sayur.

Untuk kubis mengalami kenaikan harga dari Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 5000 per kilogram. Sedangkan Wortel naik dari Rp 8.000 jadi Rp 10.000 per kilogram.

“Meskipun naik, konsumen tetap beli. Kenaikannya juga tidak memberatkan pembeli,” ujarnya.

Tidak semua komoditas sayur mengalami kenaikan. Harga kentang justru mengalami penurunan harga. “Kentang dari Rp 12 ribu jadi Rp 10 ribu per kilogram,” ujarnya.

Sementara itu Dinas Koperasi, Usaha Mikro, perdagangan dan perindustrian (DKUPP) Kota probolinggo merilis sejumlah daftar harga sembako di 3 pasar. Dari 3 pasar, harga rata-rata cabai rawit tercatat naik dari Rp 17.667 per kilogram menjadi Rp 18.333 per kilogram.

Sedangkan harga kubis Rp 3.667 per kilogram menjadi Rp 4.000 per kilogram. Sedangkan Wortel dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 8.667 per kilogram. (put/fun)