Pelempar Bondet di Pasrepan Ditangkap, Pengakuannya Dinilai Janggal

PASREPAN – Aksi pelemparan bondet pada Muslimin (bukan Misnalim seperti berita sebelumnya), 64, warga Dusun Baturejo, Desa Cengkrong, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Selasa lalu (5/3) akhirnya terungkap. Polsek Pasrepan berhasil membekuk pelaku di rumahnya, Kamis (7/3).

Pelaku diketahui bernama Jakfar Sodik, 28. Ia ditangkap tanpa perlawanan di Dusun Baturejo, Desa Cengkrong, Pasrepan sekitar pukul 13.00. Dalam penangkapan ini, polsek juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa serpihan bondet dan baju yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

Kapolsek Pasrepan AKP Cahyono mengungkapkan, usai peristiwa pelemparan bondet pada Muslimin, anggotanya melakukan patroli selama 24 jam. Dari situ, pihaknya menerima informasi jika ada salah satu warga Desa Cengkrong yang mengalami luka akibat serpihan bondet.

Informasi ini pun lantas ditelusuri. Ternyata, benar. Kaki Jakfar Sodik mengalami luka akibat serpihan bondet. Jakfar sendiri tidak mengelak dan membenarkan jika dirinyalah yang telah melempar bondet pada Muslimin.

“Pelaku tidak mengelak sama sekali dan membenarkan. Namun, pengakuannya, lemparan bondet itu salah sasaran. Katanya ia tidak berniat melukai Muslimin sama sekali. Inilah yang masih kami dalami,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Pasalnya, polisi menilai, pengakuan pelaku pelemparan bondet itu sangat janggal. Tercatat ada dua kejanggalan dari pengakuan yang disampaikan pelaku.

Pertama, pagi sebelum kejadian, Jakfar mengajak salah satu temannya, Jumali, 28, untuk sarapan di sebuah warung di Desa Cengkrong. Jumali pun mengiyakan dan memboncengnya dengan motor.

Usai makan dan minum, Jumali meminta Jakfar untuk membayar makanan tersebut. Permintaan ini membuat Jakfar sakit hati. Pelaku maunya yang membayar makanan itu adalah Jumali, meski dia yang mengajak makan. Namun, pelaku tidak menjelaskan siapa yang akhirnya membayar makanan itu.

Kejanggalan kedua, di tengah perjalanan menuju rumahnya, ia melihat Muslimin sedang membersihkan ladang jagung. Entah dirasuki setan apa, Jakfar mengira Muslimin adalah suruhan Jumali. Jakfar pun lantas melempar bondet yang dibawanya ke arah Muslimin.

Namun, lemparan ini tidak kena. Sehingga Jakfar melempar kedua kalinya dan mengenai kaki Muslimin. Usai melakukan aksinya ini, Jakfar langsung meninggalkan Muslimin tergeletak di ladang jagung. Ia lantas kembali ke rumahnya.

Atas perbuatannya ini, Jakfar dikenakan pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat dengan ancaman lima tahun. “Pengakuan pelaku dia tidak mengenal Muslimin. Cuma dia terlanjur sakit hati dengan temannya, Jumali. Nah, Muslimin ini dikira suruhannya Jumali. Makanya, Jakfar pun melempar bondet ke arah Muslimin,” ungkap mantan Kapolsek Tutur ini.

Polisi pun hingga kini masih terus mendalami keterangan pelaku yang dinilai tidak masuk akal itu. (riz/rf)