Serahkan Anjal dan Koordinator ke Polresta Probolinggo

DILIMPAHKAN: Kelima anjal yang sempat terjaring Satpol PP Selasa (5/3) lalu. Karena lokasi kekerasan terjadi di wilayah Kota Probolinggo, perkara itu dilimpahkan ke Polresta Probolinggo, Kamis (7/3). (Dok. Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Penangkapan anjal yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Probolinggo Selasa (5/3) lalu terus diproses. Sempat dilimpahkan ke polsek Kraksaan, anjal yang jumlahnya ada lima tersebut dilimpahkan ke Polres Kota Probolinggo. Hal itu, tak lain lantaran selain menyetor uang dari ngamen, aksi kekerasan yang dilakukan koordinator ternyata berada di Kota Probolinggo.

“Kami serahkan ke Polres Probolinggo Kota. Karena lokasi kejadian di kota. Jadi kami limpahkan,” ujar Kapolsek Kraksaan Joko Yuwono, Kamis (7/3) saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, ketua atau kordinator dari pada anjal yakni Slamet, 31, warga Pasuruan tersebut, melakukan aksi kekerasan terhadap Kayla, warga Lumajang berlokasi di Kota Probolinggo. Namun, kapolsek tidak menjelaskan di Kota Probolinggo daerah mana Slamet melakukan kekerasan terhadap Kayla. “Pengakuan dari yang cewek itu, dia dianiaya di kota,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (5/3) lalu, Satpol PP Kabupaten Probolinggo menangkap sebanyak 5 orang anjal. Empat diantaranya cowok dan satu cewek. Diantara anjal yang ditangkap itu ada Slamet yang tak lain adalah kordinator.

Kelima anjal yang diamankan itu adalah Kayla Yunia Kalista Oktaviani, 20, warga Lumajang; FIH, 15, warga Singosari, Malang; Abd Kodir Jailani, 21, Kraksaan: JS, 17, warga Gending, Kabupaten Probolinggo. Serta koordinatornya, Moh Slamet, 32, warga Pasuruan.

Setiap harinya, Slamet menerima uang hasil ngamen dari keempat anak buahnya. Bahkan, perhari ada yang ditarget harus mendapatkan uang sebanyak Rp 100 ribu. Tidak hanya itu saja, jika target itu tidak dipenuhi maka yang bersangkutan akan dianiaya. Karenanya, ia kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kota Probolinggo AKP Nanang Fendi saat dikonfirmasi, mengaku tidak menerima penyerahan tersebut. “Kami tidak menerima pelimpahan itu. Kalau anjal mungkin ke sabhara,” ujarnya. (sid/fun)