Harus Sediakan 81 Ton Beras untuk Cadangan Pangan

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo wajib memiliki cadangan pangan. Cadangan pangan ini berupa beras. Jumlahnya, 81 ton setahun.

Kewajiban memiliki cadangan pangan itu, menurut Asep S. Lelono, kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo diatur khusus. Yaitu, melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 11/2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah.

“Ada peraturan Menteri Pertanian yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan cadangan pangan. Cadangan pangan ini berupa beras. Sebab, beras merupakan makanan pokok di Kota Probolinggo,” ujarnya, Jumat (8/3).

Dinas menurutnya, sudah menyampaikan peraturan ini ke Pemkot. Pemkot dalam hal ini bisa membangun gudang sendiri untuk menyimpan cadangan pangan. Bisa juga menjalin kerja sama dengan Bulog atau menggunakan gudang milik masyarakat.

“Tujuan adanya cadangan pangan ini adalah untuk antisipasi jika terjadi kekeringan atau bencana alam, maka cadangan pangan ini bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Lantas berapa kebutuhan cadangan pangan untuk Kota Probolinggo? Asep menjelaskan, dalam Permentan juga tercantum komponen untuk cadangan pangan Kota Probolinggo.

“Seperti dari jumlah penduduk, konsumsi beras per kapita per tahun, serta proporsi terhadap cadangan beras nasional,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo sudah menghitung khusus. Hasilnya, diperlukan sedikitnya 81 ton beras untuk memenuhi cadangan pangan.

“Semakin banyak penduduknya, semakin besar cadangan pangan yang dibutuhkan. Seperti Surabaya, paling tidak dibutuhkan 990 ton beras. Padahal, luas lahan pertanian di sana hanya 7 hektare,” ujarnya. (put/hn)