Kurangi Sampah Plastik, Begini Cara yang Dilakukan Pemkab Probolinggo

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo belum ingin mengambil kebijakan ekstrem pelarangan tas plastik seperti Bogor. Sejauh ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat, masih memakai cara konvensional untuk mengurangi sampah plastik yang belakangan menjadi perbincangan serius

Sentot, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup setempat mengatakan, untuk menekan menumpuknya sampah plastik di daerahnya, ada dua langkah yang dilakukan. Yaitua, penyadaran sejak dini kepada para siswa dan juga pembentukan bank sampah.

“Pendidikan mengenai sampah di sekolah sekolah selalu ditanamkan ke siswa. Terutama sekolah adiwiyata,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Penyadaran itu misalnya menanamkan ke benak siswa untuk selalu membawa wadah sendiri. Baik itu untuk makanan dan minuman. Dengan membawa wadah sendiri, secara tidak langsung mereka telah mengurangi jumlah penggunaan dari pada plastik.

Selain itu, juga melarang di sekolah menggunakan plastik selain wadah yang dibawa. Sebab, jika masih diperbolehkan, maka tidak akan ada gunanya wadah yang ada itu. “Tentu harus didukung dengan tindakan dan juga larangan,” ungkapnya.

Untuk bank sampah sendiri, menurutnya. Kabupaten Probolinggo sudah membangun sebanyak 18 unit. Belasan bank sampah tersebut semuanya berfungsi dengan baik. Dalam pengembangannya, bank sampah itu diarahkan untuk bisa mengelolanya, sehingga menjadi ekonomi kreatif. Misalnya membuat barang dari daur ulang seperti botol dan plastik digunakan untuk kerajinan.

Sampah di Kabupaten Probolinggo sendiri perharinya mencapai puluhan ribu ton. Itu terlihat dari jumlah pembuangan di tempat pembuangan akhir (TPA) perharinya. Tahun 2018 lalu perhari jumah sampah sekitar 44,74 ribu ton perhari. Pihak DLH akan terus berupaya untuk melakukan penekanan terhadap sampah itu. Terutama pada sampah plastik. (sid/fun)