Mantan Wali Kota Probolinggo HM Buchori Ajukan PK, Ini Jadwal Sidangnya

SIDOARJO – Kasus korupsi yang melibatkan mantan Wali Kota Probolinggo HM Buchori, belum berkekuatan hukum tetap. Itu, karena Buchori mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Penyebabnya, hukuman yang diterima Buchori di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) lebih tinggi dari putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) dan Pengadilan Tipikor Surabaya.

Rencananya, sidang akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo Selasa (12/3). “Memang Buchori mengajukan PK. Dia sendiri yang mengajukannya ke sini,” kata Panitera Muda Tipikor Akhmad Nur. Menurut Nur, itu memang harus dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan.

Langkah tersebut diambil karena Buchori tidak puas dengan hukuman empat tahun penjara. Pasalnya, di tingkat banding dan tingkat pertama, Buchori hanya divonis dua tahun. Hukuman itu dijalaninya di Rutan Klas I A Surabaya.

Selama ditahan, Buchori telah menjalani hukuman hampir tiga tahun. Dia menjalani perkara tersebut sejak akhir 2016. Perkara korupsi yang melibatkan Buchori merupakan perkara suap. Dia diduga menerima uang senilai Rp 375 juta. Uang tersebut didapatkan dari 5 persen saat mengerjakan proyek.

Pengumuman sidang pun telah diberitahukan kepada yang bersangkutan, Jumat. “Kami telah berkirim surat ke Rutan Medaeng untuk ditujukan ke Buchori” ucap Nur. Selain itu, Nur menerangkan, sewaktu pengajuan PK, kuasa hukumnya juga datang terlebih dahulu. Tepatnya sekitar satu bulan yang lalu.

Saat itu dia meminta kembali kuasa hukumnya. Dikarenakan, yang boleh mengajukan banding hanya terpidananya (Buchori, Red). Akhirnya, Buchori yang mengajukannya. Sedangkan kuasa hukumnya menyiapkan materi Buchori.

Sementara, Kasi Pelayanan Rutan Medaeng Akhmad Nuri Dhuka mengungkapkan, Buchori memang segera menjalani sidang PK. Menurut Dhuka, yang bersangkutan bakal ditemani oleh petugas rutan. Hal itu sama dengan tahanan yang lainnya. “Yang melakukan upaya hukum lanjut. Yakni, PK,” terangnya.

Selain itu, dia menerangkan, hukuman yang dijalani Buchori sebentar lagi usai. Hal tersebut dikarenakan, menurut data administrasi rutan, mantan Wali Kota Probolinggo itu telah menjalani hukuman selama tiga tahun tujuh bulan.

Dalam kasus tersebut, Buchori dijatuhi putusan MA selama empat tahun penjara. Selain itu, dia harus membayar Rp 200 juta. Apabila tidak dibayar, dia harus menjalani hukuman selama tiga bulan. (den/JPK/rf)