Penyaluran BPNT Januari Belum Capai 100 Persen, Penyebabnya Karena Ini

PASURUAN – Realisasi penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kota Pasuruan pada bulan Februari tak mencapai 100 persen. Hal itu dikarenakan beberapa faktor. Paling banyak yakni terdapat masalah pada kartu keluarga sejahtera (KKS) yang dipegang oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Nila Wahyuni memaparkan, program bantuan yang tersalurkan di bulan kedua tahun ini mencapai 97,54 persen. “Dari 7.778 KPM, yang sudah tersalur kepada sebanyak 7.587 KPM. Sementara sisanya masih belum tersalur,” katanya.

Dia mengungkapkan, jumlah KPM yang belum tersalurkan bantuan mencapai 191. Jumlah itu didapat selama tiga hari digelarnya penyaluran serentak di 39 agen yang tersebar di tiap kelurahan yang ada. Beberapa faktor mendasari belum tercapainya angka 100 persen dalam penyaluran.

“Kebanyakan karena KKS-nya bermasalah, ada 118 KPM. Selebihnya dikarenakan faktor lain. Ada yang meninggal, pindah domisili, dan belum ditransaksikan,” katanya.

Selain yang belum ditransaksikan, kata Nila, pihaknya juga akan terus menindaklanjuti beberapa faktor yang menyebabkan penyaluran bantuan tak maksimal. Sebab diantaranya memproses ahli waris untuk KPM yang sudah meninggal dan serta mendata KPM yang pindah domisili.

“Karena kalau KPM yang belum bertransaksi itu tidak akan terhapus bantuannya. Justru akan diakumulasi dengan bulan berikutnya. Jadi tidak hangus. Namun untuk faktor lain seperti KPM yang sudah dikategorikan mampu atau lainnya, nanti datanya akan diperbarui,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penyaluran untuk bulan Februari sempat molor beberapa hari. seharusnya, penyaluran bisa dilakukan per tanggal 25 setiap bulannya. Akan tetapi, penyaluran baru dapat dilakukan pada awal bulan ini. Hal itu dikarenakan dana bantuan dari pusat masih belum dicairkan.

“Memang kemarin sempat terkendala karena saldonya belum terisi. Kami juga sampaikan KPM agar dapat memaklumi itu,” pungkasnya. (tom/fun)