Sampah-Enceng Gondok Mendominasi di Anak Kali Wrati

CEGAH BANJIR: Warga di Desa Gempol mengangkut enceng gondok dan sampah yang ada di anak sungai Wrati di Dusun Wonoayu, Jumat (8/3) pagi. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL – Tiap kali penghujan, Desa/Kecamatan Gempol sering digenangi air. Apalagi jika hujan deras mengguyur, beberapa lingkungan permukiman langganan banjir. Agar tak lagi menjadi langganan banjir, Jumat (8/3) warga desa setempat kerja bakti membersihkan di Anak sungai Wrati yang berlokasi di Dusun Wonoayu.

Di kali ini, banyak enceng gondok bertumbuhan hingga sampah bertebaran. Tanaman inilah yang acapkali membuat air meluap, utamanya jika hujan turun lebat. Seperti beberapa waktu lalu. Ratusan rumah warga tersebar di beberapa dusun yang ada terendam air. Begitu air surut, warga langsung membersihkan tanaman enceng gondok yang dinilai menjadi penyebab.

“Sungai ini melintas di desa kami, banyak terdapat sampah. Sejauh ini kami berusaha membersihkan dengan cara manual. Minimal aliran airnya kembali normal dan tak banjir saat hujan turun lebat,” ungkap Kades Gempol M. Chamdi.

Saat bersih-bersih kali berlangsung, sampah paling banyak mendominasi adalah enceng gondok. Sisanya sampah rumah tangga. Secara bergantian, satu persatu sampah diangkat ke tepian. Selanjutnya diangkut gerobak dan dibuang ke TPS terdekat.

“Hanya ini yang bisa dilakukan warga di desa kami, jika sungainya sudah tersumbat penuh dengan sampah. Jika dibiarkan, rumah penduduk bisa kembali terendam bila hujan turun dan sungai meluap lagi,” tuturnya.

Diluar bersih-bersih sungai dengan mengambil sampah secara manual, Pemdes dan warga lainnya berharap kembali dilakukan normalisasi Kali Anak Wrati di Desa Gempol. Untuk normalisasi ini, tidak bisa dilakukan dengan cara manual. Melainkan harus memakai alat berat. (zal/fun)