Tak Bisa Ajukan Santunan Kematian Korban Meninggal Tertimpa Pohon

TONGAS – BPBD Kabupaten Probolinggo telah melakukan assessment dan pendataan terhadap korban dan kerusakan dampak dari puting beliung, Rabu (6/3). Namun, untuk Abdurrohim, korban tewas yang tertimpa pohon tumbang, tidak dapat diajukan bantuan santunan.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi beralasan, korban bukan merupakan warga Probolinggo. Diketahui, korban berasal dari Dusun Pandean, Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

“Tapi, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo agar menyurati Dinsos Kabupaten Pasuruan terkait korban. Maklum, sesuai aturan tidak bisa diajukan santunan jika bukan ber-KTP Kabupaten Probolinggo,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Pria yang akrab disapa Anggit itu menjelaskan, angin puting beliung itu mengakibatkan 19 pohon di sepanjang jalan kabupaten di Desa Tambakrejo dan beberapa titik di Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, tumbang. Akses jalan di Desa Tambakrejo juga sempat terputus. Selain itu, tercatat 61 rumah rusak.

Nah, langkah pertama yang kami harus lakukan adalah membuka akses jalan kabupaten di Desa Tambakrejo yang terputus. Kami sudah datangkan alat berat ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang itu,” ujarnya.

Akses jalan kabupaten sendiri, dikatakan Anggit, sudah kembali normal Kamis (7/3) sekitar pukul 16.00. Itu, setelah dilakukan pembersihan dengan bantuan alat berat dari Dinas PUPR mulai pukul 06.00. “Sedangkan upaya penanganan darurat sementara bagi rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan berat, sudah dibantu terpal,” terangnya. (mas/rf)