Angkat Lele 4,8 Kg, Raih Rp 9 Juta di Lomba Mancing Bromo Fishing

JUARA: Ratusan pemancing berlomba mendapatkan lele terberat dalam lomba di Kolam Bromo Fishing Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (9/3) malam. Serta, GM Jawa Pos Radar Bromo H. Suyuti ketika menyerahkan hadiah kepada juara mancing, Alung. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN-Keseruan dalam Lomba Memancing di Kolam Bromo Fishing Jawa Pos Radar Bromo, begitu terasa. Sabtu (9/3) malam, ratusan pemancing berlomba-lomba untuk menaklukkan lele yang disiapkan panitia. Hasilnya, Alung, seorang pemancing berhasil mendapatkan seekor lele master seberat 4,895 kilogram.

JUARA: Alung dari Nguling yang berhasil keluar sebagai juara berpose bareng tarikan lelenya seberat 4,8 kg. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Pemancing asal Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, dari tim Haji Rosad itu pun diganjar hadiah Rp 9 juta. Seekor lele hasil pancingannya pemilik lapak nomor 03 itu menjadi yang terberat.

Kemudian, disusul pelapak nomor 63 atas nama Sapi Balap (berat ikan 4,792 kg); pelapak nomor 103, ABD Rahman (berat ikan 4,456 kg); dan pelapak nomor 84, STT (berat ikan 4,378 kg).

Lalu, pelapak nomor 107, Pradana (berat ikan 3,799 kg); pelapak nomor 103, Abd Rahman (berat ikan 3.718 kg); pelapak nomor 30, Leon (berat ikan 3,649 kg); pelapak nomor 44, Alvin (berat ikan 3,643 kg); dan pelapak nomor 16, Sahar (berat ikan 3,545 kg).

Ratusan pemancing yang memenuhi 114 lapak ini, berlomba selama dua jam mulai 20.30. Keseruan terasa mulai detik-detik awal lomba digelar. Sejumlah pemancing seakan beradu cepat kailnya disambar lele. Mereka berusaha mendapatkan yang terbesar demi menggondol hadiah utama berupa duit Rp 9 juta.

Dalam lomba itu panitia menyiapkan hadiah total Rp 18 juta. Selain itu, masih ada sejumlah door prize yang disediakan sejumlah pendukung lomba. Seperti, dari Toko Pancingqu, Dragon Fishing Outlet, Bintang Toedjo, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo, dan Honda Anugerah Sejati Probolinggo.

Panitia Lomba Mancing Giyanto mengatakan, memancing butuh kesabaran dan ketelitian. Jika tidak teliti, bisa saja peserta terlambat mengangkat kail yang sudah tersambar ikan. Atau, bahkan sebaliknya. “Makanya, olahraga ini terbilang unik. Banyak sedikit yang menjadikan lomba memancing sebagai ajang penyaluran bakat. Artinya, tujuanya buka hanya untuk menang, tapi juga untuk menyalurkan hobinya,” ujarnya. (rpd/rud)