Desain Tak Sesuai, Ukuran Los Lebih Kecil, Pedagang Pasar Bantaran Protes

BANTARAN – Hari ini Pasar Bantaran akan diresmikan setelah direvitalisasi tahun lalu. Namun, Sabtu (9/3), puluhan pedagang Pasar Bantaran justru protes. Mereka protes karena desain Pasar Bantaran hasil revitalisasi tidak sesuai dengan peruntukan.

TAK SESUAI: Inilah los yang diprotes pedagang pracangan dan konfeksi, karena dinilai lebih cocok untuk pedagang ikan. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Protes yang dilakukan di depan Pasar Bantaran itu mengkritisi desain los. Los yang ada di dalam pasar, dinilai tidak pas dipakai untuk pedagang kain, konfeksi, atau pracangan.

Los yang menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar itu, dinilai lebih cocok untuk pedagang ikan. Padahal, los itu dulunya tempat pedagang peracangan, konfeksi, dan lainnya.

Selain itu, pedagang juga kecewa dengan ukuran los yang disiapkan. Sebab, ukuran los hasil revitalisasi, lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Sebelum direvitalisasi, ukuran los sekitar 3 x 4 meter. Kini hanya berukuran 2 x 1,5 meter. Itu pun desainnya lebih pas untuk pedagang ikan. Padahal, pedagang ikan sendiri sudah punya los di bagian belakang.

Chairul, salah satu pedagang saat ditemui di Pasar Bantaran mengatakan, para pedagang kain, konfeksi, dan pracangan protes dengan desain los yang dibangun. Menurutnya, sebelum direvitalisasi, ada 200 pedagang yang berjualan kain, konfeksi, dan pracangan. Kemudian, pasar dibongkar dan dibangun ulang. Namun, hasil pembangunannya malah tak sesuai dengan peruntukannya.

“Los yang sudah dibangun itu cocoknya buat pedagang ikan. Sebab, los sudah dibuatkan meja jualan secara permanen,” katanya.

Pedagang asal Desa/Kecamatan Bantaran itu mengungkapkan, ukuran los yang dibangun pun jauh lebih sempit dibanding sebelumnya. Dulunya ukuran sekitar 3 x 4 meter, saat ini malah jadi 2 x 1,5 meter.

“Kami akan usul, los yang sudah dibangun ini ditukar untuk pedagang ikan saja. Untuk pedagang kain dan peracangan, dibangunkan saja lagi. Kami siap menunggu. Yang penting jelas akan dibangunkan lagi,” ungkapnya.

Protes itu sendiri, dijaga petugas Polsek Bantaran. Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari pun berusaha memediasi para pedagang dengan mengajak mereka ke Mapolsek.

Menurutnya, para pedagang memang keberatan dengan desain bangunan pasar yang baru. Mereka protes di depan pasar yang akan diresmikan hari ini.

“Intinya mereka tidak cocok dengan desain pasar baru. Mereka akan sampaikan saat peresmian Pasar Bantaran besok Minggu (hari ini, Red),” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kasi Pengelolaan Pasar Taufiq menjelaskan, Pasar Bantaran dibangun dengan anggaran dana dari Kementerian Perdagangan tahun 2018. Saat itu, pihaknya sudah sosialisasi sebelum dibangun. Termasuk saat akan ditempati, pihaknya akan menyosialisasikan lebih dulu.

“Nanti apa yang kurang dan tak sesuai, bisa disampaikan saat sosialisasi. Kami akan mencarikan solusinya,” katanya. (mas/hn)