Dipicu Blayeran Motor, Antarpemuda di Desa Gununggeni Tawuran

BANYUANYAR – Aksi tawuran antarpemuda terjadi di sekitar Pasar Malam, Desa Gununggeni, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (9/3) malam, tawuran itu terjadi diduga dipicu saling blayer sepeda motor antarpemuda.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tawuran itu terjadi sekitar pukul 20.00. Malam itu, pengunjung Pasar Malam di Desa Gununggeni, membeludak. Sehingga, jalan menuju lokasi acara dipenuhi para pemotor. Saat itulah terjadi saling blayer antara para pemotor yang didominasi para pemuda.

Kepala Desa Gununggeni M. Aly mengatakan, kejadian malam itu tidak sapai parah. Sebab, adanya pemuda yang sempat bersitegang langsung dilerai oleh warga yang juga berada di lokasi kejadian. “Tidak sampai bacok-bacokan. Hanya sempat bersitegang,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, kejadian itu memang disebabkan aksi blayer-blayeran para pemuda yang sama-sama mengendara sepeda motor. Mereka yang masih berjiwa muda tidak bisa disalahi sedikit, apalagi disenggol. Sehingga, terjadilah aksi tawuran. “Biasa anak muda. Memang tidak bisa di-garai. Sempat saling pukul, tapi tidak sampai parah sudah dilerai,” ujarnya.

Aly mengatakan, informasi yang beredar di media sosial, teruma facebook dikabarkan dalam peristiwa ini ada yang membawa celurit. Bahkan, dikabarkan sampai ada yang saling bacok. Namun, Aly memastikan adanya kabar itu tidak benar alias hoax.

Menurut Aly, dalam tawuran itu tidak ada yang membawa celurit. Namun, dalam media sosial facebook diisukan ada yang membawa celurik dan ada aksi saling bacok. “Sebenarnya tidak begitu. Hanya bersitegang biasa,” ujarnya.

Adanya tawuran antarpemuda ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Banyuanyar AKP M. Dugel. Namun, kejadian itu dapat diantisipasi sehingga tidak sampai melebar dan berkepanjangan. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa. Pihaknya mengaku segera melerai adanya tawuran dan mengamankan seorang pemuda. “Tidak ada korban dan sekarang sudah aman. Hanya salah paham saja,” ujarnya. (sid/fun)