Mengaku untuk Kebutuhan Sehari-hari, Pelayan Kafe Edarkan Sabu

PURWOREJO – Warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Mauludin, 29, harus berurusan dengan kepolisian. Itu, setelah pria yang kesehariannya bekerja sebagai pelayan di salah satu kafe di Kota Pasuruan, ini tertangkap menjadi pengedar sabu.

Penangkapan ini dilakukan Senin (18/2), sekitar pukul 19.30. Dia ditangkap polisi ketika berada di pinggir Jalan Pemakaman Umum Purut di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo. Dari tangannya, polisi mendapatkan dua plastik sabu masing-masing seberat 0,24 gram dan sebuah handphone.

Kasat Reskoba Polresta Pasuruan AKP Imam Yuwono mengatakan, penangkapan ini tidak lepas adanya informasi jika Mauludin kerap menjual sabu-sabu. Karenanya, pihaknya menyamar sebagai pembeli. Saat dilakukan transaksi jual beli inilah, Mauludin langsung ditangkap.

Saat dikeler petugas, Mauludin tidak dapat berkutik. Sebab, bersamanya ditemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan perbuatannya. Kini, dia ditahan di Mapolres Pasuruan Kota.

Kepada penyidik, Mauludin mengaku terpaksa menjadi kurir sabu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Atas perbuatannya, Mauludin dikenakan pasal 112 ayat (1) atau pasal 114 ayat (1) tentang narkotika dengan ancama lima tahun.

“Selama ini, ia menjual sabu dengan harga per paket Rp 400 ribu. Setiap paket yang berhasil dijual, dia mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu. Keuntungan ini digunakan untuk keperluan sehari-hari,” ujar mantan Panit Direskoba Polda Jatim ini. (riz/rud)