Pemotor asal Sumatera Tewas Ditabrak Kereta di Perlintasan Kepel

TKP: Lokasi perlintasan KA di Kepel selang beberapa menit insiden; Inset: Korban Hendro Utomo saat berada di RSUD dr R Soedarsono. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BUGULKIDUL – Nahas menimpa Hendro Utomo, 39, warga Desa Sukai Ramai, Kecamatan Sebai Lai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Korban ditabrak KA saat menyeberang. Ia pun tewas karena luka yang dialami di kepalanya. Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 16.30, Minggu (10/03).

Petang itu, Hendro melintasi lingkungan Glagah, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul dengan mengendarai motor Honda Vario nopol N 4161 warna hitam. Ia melaju dari arah selatan ke utara.

Setibanya di dekat jalur perlintasan kereta api (KA) setempat, ia memilih melintasi jalan setapak tanpa palang pintu. Saat melaju di jalur perlintasan inilah, tiba-tiba datang KA Wijaya Kusuma jurusan Banyuwangi-Cilacap dari arah timur ke barat. Kereta api dimasinisi oleh Toni N.


DIAMANKAN: Motor yang dikendarai korban kini sudah diamankan polisi. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Diduga, Hendro tidak mendengar suara klakson dari masinis KA Wijaya Kusuma. Akibatnya, tabrakan pun tidak dapat terhindarkan. Tubuh dan motornya terpelanting ke selatan rel KA. Masyarakat pun membantu mengevakuasi tubuh Hendro.

Ia lantas dibawa ke ruang pemulasaraan RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan untuk divisum. Hendro diketahui tewas akibat luka pendarahan di kepala.

Kapolsek Bugulkidul AKP Paulus Sujatmiko mengungkapkan, kematian korban murni karena kecelakaan. Diduga korban kelelahan akibat rutinitas yang dilakoninya. “Ini Murni kecelakaan. Tidak ada human error dalam peristiwa ini. Cuma informasi keluarga ia sehari-hari berdagang sarung keliling. Kemungkinan lelah,” pungkasnya. (riz/fun)