Anggaran untuk Insentif Guru Madin Membengkak, Ini Penyebabnya

BANGIL-Pemkab Pasuruan memang tidak menaikkan insentif untuk guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan. Namun, anggaran yang akan dikeluarkan tahun ini dipastikan akan membengkak dibanding tahun lalu. Sebab, jumlah guru yang akan mendapatkannya makin banyak.

Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Iswahyudi mengatakan, besaran insentif guru Madin tetap, Rp 100 ribu per bulan. Namun, jumlah penerimanya bertambah. Jika tahun lalu hanya 1.661 ustad dan ustadah, tahun ini ada 5.000 ustad dan ustadah yang akan mendapatkannya. “Nominal per orangnya memang tetap. Tapi, jumlah penerimanya yang kami tingkatkan. Ini untuk memperbanyak cakupan penerima insentif tersebut,” ujarnya.

Pemberian insentif ini akan direalisasikan selama setahun. Dalam setahun akan dicairkan dua kalu. Dengan adanya 5.000 calon penerima itu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 6 miliar. Jumlah ini jauh meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar Rp 1,9 miliar.

“Insentif ini diharapkan bisa mendorong semangat ustad dan ustadah dalam mengajar,” ujar Iswahyudi. Sejauh ini proses pencairan dana itu masih tahap pendataan. “Target kami paling lambat Juni sudah bisa cair,” ujarnya. (one/rud)