Bekuk Komplotan Pencuri Emas di Probolinggo, Pelaku 6 Orang, 1 Pasutri

LANSIA: Dua pelaku saat dimintai keterangan petugas. Insert lokasi jalan Pahlawan tempat korban lakukan pengejaran pada pelaku pencurian di toko emas. (Ridhowati Saputri-Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Enam pelaku pencurian emas yang beraksi di toko Walet, Jl. Panglima Sudirman, Senin sore (11/3) berhasil dibekuk polisi. Dua di antara enam pelaku dikabarkan sebagai pasangan suami istri (pasutri). Modus yang dipakai, yakni menyibukkan aktivitas pelayan toko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 6 pelaku tersebut terdiri atas 1 pria dan 5 perempuan. Dua orang pelaku ditangkap di toko, sedangkan 4 lainnya sempat kabur dan ditangkap di dalam mobil nopol AA 9026 PA. Mobil tersebut kini sudah diamankan di Mako Polresta.

Menurut Sim, karyawan toko emas Walet, ia sempat mengejar mobil tersebut sampai Jalan Pahlawan. “Awalnya saya lihat Mbak Maya ini tiba-tiba diam gitu. Terus bilang kalau barusan dia ditipu dan minta saya ngejar,” ujarnya. Saat itu dua di antara 4 pelaku gagal masuk mobil. Mereka berdua lantas diamankan.

Sim yang merupakan warga Desa Dringu ini berusaha mengejar mobil dengan cara berlari. “Tapi di tengah jalan saya ditolong orang buat bantu ngejar. Mobilnya masuk ke Jalan Siaman. Di sana kan jalannya menyempit, akhirnya mobil itu jalannya lambat,” ujarnya.

Namun, meskipun jalannya lambat, pelaku pencurian tersebut tidak mau berhenti. Sampai di Jalan Pahlawan, mobil itu berhenti setelah 2 motor melaju tepat di depannya. Akhirnya, 4 pelaku ini diamankan dan dibawa ke Polres Probolinggo Kota bersama 2 pelaku lainnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi, mengaku masih mendalami kasus tersebut. Pelaku diketahui tergolong lansia (lanjut usia). “5 perempuan usia lanjut dan 1 laki-laki yang juga lansia diamankan. Kejadiannya sore sekitar pukul 15.00. Ada 5 perempuan yang masuk ke toko emas Walet,” ujarnya.

Lima perempuan itu masuk satu per satu ke toko. Setelah semua berkumpul, akhirnya aksi pun dilakukan. “Lima perempuan lansia ini meminta mengambilkan emas di dalam etalase secara bergantian. Petugas toko dibuat bingung dan sibuk. Ketika petugas lengah, mereka menyimpan emas di tangannya,” ujarnya.

Setelah itu, pelayan toko merasa ada emas perhiasan yang hilang. Sehingga, 2 orang dari komplotan ini pun digeledah. Tiba-tiba, 3 perempuan lainnya kabur dan masuk ke dalam mobil yang sudah siap tancap gas. “Pelaku tidak dimassa karena polisi langsung membawa mereka ke markas. Pelaku saat ini sedang diperiksa,” ujarnya.

Selain memeriksa 6 pelaku, Polresta juga memeriksa Maya, penjaga toko. “Pembeli ini membingungkan kami. Sini belum selesai, yang lain minta dilayani. Teman kami bingung,” ujarnya. Padahal, di Toko Walet peraturannya sudah jelas. Bahwa 1 pembeli dilayani sampai selesai. (put/rf)