Berharap Revitalisasi Pasar Daerah Tak Gagal Lelang Lagi

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memastikan tahun ini tetap merevatalisasi pasar tradisional. Melalui APBD 2019, telah dialokasikan anggaran sekitar Rp 5,6 miliar untuk merehab 4 pasar tradisional. Pemkab pun berharap revitalisasi bisa dilaksanakan, karena di tahun lalu sempat gagal lelang.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, rehab pasar tradisional tahun depan di pasar Sore Kraksaan Wetan, pasar Bucor Pakuniran, Pasar Besuk dan pasar Lumbang yang sempat gagal lelang tahun 2018 lalu. Sumber anggaran revitalisasi keempat pasar tradisional dari DAU (dana alokasi umum) dan DAK (dana alokasi khusus).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten, Mahbub Zunaidi saat dikonfirmasi mengatakan, sejumlah pasar tradisional akan direvitalisasi tahun ini. Ini agar keberadaan pasar tradisional tidak dikalahkan dengan pasar modern.

Mahbub menjelaskan, empat pasar tradisional yang bakal direhab dengan anggarans sekitar Rp 2,3 miliar untuk pasar Lumbang dan pasar sore Kraksaan wetan, berkisar Rp 1 miliar. Ditambah pasar Bucor Pakuniran dan Besuk yang dialokasikan sama-sama berkisar Rp 1,3 miliar. ”Sekarang masih tahap perencanaan dan akan dilanjut proses lelang,” tuturnya.

Keempat pasar itu dikatakan Mahbub, memang layak untuk segera direhabilitasi. Seperti halnya pasar Lumbang, mulai dari atap dan kontruksi tiang sudah memprihatinkan. Karena usia pasar sudah lebih 15 tahun. Pasar sore Kraksaan, meski pasar kecil, menjadi lumbung perekonomian masyarakat sekitar Kraksaan. ”Pasar Bucor Pakuniran, bagian belakang juga butuh rehab. Karena atap los-los nya sudah memprhatinkan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, tahun kemarin Pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi empat pasar itu berasal dari DAU (dana alokasi umum) dan DAK (dana alokasi khusus). Yaitu Pasar Sumber Rp 1,3 miliar, Pasar Pajarakan bagian belakang Rp 1 miliar, Pasar Banyuanyar Rp 1 miliar dan Pasar Krucil Rp 1 miliar. (mas/fun)