FWKKP 2019 Zona VI Ditutup, Percantik 100 Rumah-Pugar Dua RTLH

KOMPAK: Wakil Ketua Kwarda Jatim AR Purmadi bersama para andalan dan waka dari Kwartir Daerah Jawa Timur didampingi perwakilan dari Kwarcab Kota Pasuruan, Kwarcab Kabupaten Pasuruan, dan Dewan Kerja Cabang Kota Pasuruan berfoto bersama para pemenang Festival Kecerdasan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP) 2019 Zona VI Kota Pasuruan, memasuki puncaknya. Senin (11/3) malam, kegiatan akbar kepramukaan yang diprakarsai Kwarda Jatim serta didukung Pemprov Jatim dan Komisi E DPRD Jatim itu resmi ditutup.

Selama festival, seribu Pramuka Penegak kontingen Kota dan Kabupaten Pasuruan telah membuat karya nyata. Mereka rampung mengecat 100 rumah warga di RW 06 dan RW 07 Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Selain itu, dua rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga tuntas dipugar. Warga yang rumahnya dipugar dalam FWKKP mengaku senang. Salah satunya disampaikan oleh warga RT 01/RW 06 Kelurahan Petamanan Solihati.

Menurutnya, selama ini kondisi rumahnya tidak seperti rumah milik tetangganya. Sejak dibangun enam tahun lalu, hanya terbuat dari anyaman bambu. “Waktu awal membangun rumah memang hanya bagian belakang. Kamar mandi dan dapur. Sedangkan ruang tamu dan ruang tengah masih gedek,” katanya.

Dengan adanya pemugaran ini, Solihati mengaku bahagia bisa menempati hunian yang lebih layak. Bagian depan rumahnya juga tampak lebih kokoh setelah ditembok. “Sekarang lebih kerasan,” ujarnya.

Di hari ketiga ini, juga digelar festival kecerdasan yang diikuti seluruh peserta. Dari sana, terjaringlah empat juara terbaik. Namun, hanya juara satu dan dua dari kategori putra maupun putri yang berhak mewakili Zona VI ke tingkat provinsi.

Dua peserta dari SMAN 4 Pasuruan menjadi pemenang dari kontingen Kota Pasuruan. Yakni, Muhammad Dinar Sulayman dan Gwantika Aransia Fitriana. Sedangkan, dari kontingen Kabupaten Pasuruan ada Mohammad Sobirin dan Putri Nur Qomariyah.

Empat juara festival kecerdasan ‎itu mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi di tingkat Kwarda Jawa Timur. Itu merupakan tahapan seleksi menuju 8 besar putra dan 8 besar putri penegak terbaik se Jawa Timur. Mereka yang nantinya berkesempatan mengikuti studi banding menuju ke Taiwan.

Ketua Panitia Pelaksana FWKKP 2019 Zona VI Kak Amin Jakfar mengatakan, kerja keras seribu Pramuka di Zona VI telah menciptakan Kampung Kelir di Kelurahan Petamanan. “Adik-adik Pramuka Penegak memberikan inspirasi kepada Pemkot Pasuruan. Insya Allah tahun 2020 akan tercipta Kampung Saka di Kota Pasuruan. Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ujar pria yang juga Sekretaris Kwarcab Kota Pasuruan.

Wakil Kwarda Jawa Timur Kak AR Purmadi mengapresiasi gagasan Kwarcab Kota Pasuruan yang ingin menciptakan Kota Pasuruan sebagai Kota Satuan Karya. Pihaknya memastikan akan mendukung penuh. “Kami bangga selama tiga hari adik-adik bisa menuntaskan pengecatan 100 rumah. Meski hanya 100 rumah, namun sekecil apapun bakti yang didasari keikhlasan akan bermanfaat,” ujarnya.

Sebelum menutup FWKKP 2019 Zona VI, Kak AR Purmadi mengundang seluruh Andalan dan Waka dari Kwarda Jatim serta Kwarcab dan DKC dari Kwarcab Kota dan Kabupaten Pasuruan naik ke panggung. Ia juga mengajak vokalis grup musik Klantink, Wawan untuk didaulat menjadi Duta Pramuka Jawa Timur yang ditandai dengan pemberian hasduk.

Festival resmi ditutup setelah ribuan Pramuka Penegak mendengungkan dua kali tepuk Pramuka di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan itu. Dilanjutkan penyerahan prasasti oleh Kak Purmadi kepada Kak Amin Jakfar mewakili Kwarcab Kota Pasuruan sebagai tuan rumah Zona VI.

Serta penyerahan plakat pemugaran rumah kepada Abdul Halim dan Solihati. Lalu, pemberian hadiah kepada pemenang festival kecerdasan. Kemudian ditutup dengan penampilan beberapa lagu oleh Klantink. Pagi ini (12/3), seribu Pramuka Penegak yang berpartisipasi pada FWKKP 2019 Zona VI ini akan pulang ke rumah masing-masing. (tom/*)