Genjot Target Tangkapan Ikan di Pasuruan Jadi 22.032 Ton/Tahun

BANGIL – Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan terus berusaha meningkatkan perolehan tangkapan ikan dari laut. Tahun ini, targetnya meningkat 3 persen dibanding perolehan pada 2018. Bila tahun 2018 mendapatkan 21.390 ton, tahun ini targetnya meningkat menjadi 22.032 ton.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, target tangkapan produksi di laut hanya naik sedikit. “Kami targetkan hanya naik 3 persen, sehingga target tahun ini mencapai 22 ribu ton,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan terus bertambah. Dari sebelumnya hanya 8.500 nelayan, per akhir 2018 naik menjadi 9.977 nelayan. Bertambahnya jumlah nelayan ini dipastikan akan mengerek jumlah perolehan tangkapan ikan.

Alamsyah mengatakan, semakin banyak ikan yang ditangkap nelayan, membuat sumber daya alam ikan di laut menurun. Sehingga, menjaga sumber daya alam di lautan juga penting agar tidak makin habis atau berkurang. “Salah satunya dengan rutin melakukan restocking atau menabur benih ikan di laut. Hal ini rutin dilakukan pemerintah provinsi sebagai penanggung jawab kelautan,” ujarnya.

Termasuk kebijakan melarang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan membuat ikan kecil tidak ikut tertangkap. Dengan peralihan ke alat tangkap ramah lingkungan, cukup berimbas pada hasil tangkapan nelayan beberapa tahun ini. Paling terasa pada 2017 lalu naik bisa lipat dua.

“Pada 2017 lalu ada kenaikan cukup signifikan hingga lipat dua dari 9.206,1 ton pada 2016 bisa mencapai 18.686 ton. Setelah itu cenderung stabil, pada 2018 kemarin mencapai 21.390 ton,” ujarnya.

Dengan target tahun ini yang mencapai 22.032 ton, Dinas Perikanan optimistis produksi tangkapan ikan bisa tercapai. Apalagi, ditunjang dengan naiknya jumlah nelayan dan alat tangkap yang ramah lingkungan. (eka/rud)