Jual HP di FB, Spesialis Jambret Perempuan asal Panggungrejo Ditangkap

BANGIL-Lika-liku Adam Anugrandi, 25, warga Desa Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, dalam melakukan penjambretan berakhir di balik jeruji besi. Itu setelah polisi, berhasil membekuk pemuda yang berprofesi sebagai sales elpiji ini.

Tersangka ditangkap anggota Satreskrim Polres Pasuruan, Minggu dini hari (10/3). Ketika itu, ia tengah cangkrukan di depan rumahnya, sejitar pukul 01.00. Lihat videonya disini.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima menguraikan, penangkapan tersangka didasari atas keterlibatannya dalam aksi penjambretan jalanan. Aksi itu dilakukannya, Minggu, 17 Februari 2019.

Korbannya adalah Siti Afdillah, 37, warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil. Siti Afdillah menjadi korban penjambretan, saat melintas di jalan raya Pesanggrahan, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil.

Tersangka tidak sendirian menjalankan aksinya. Ia bersama rekannya A, yang kini masih buron. “Kedua tersangka mengendari motor Scoopy secara berboncengan. Di mana, tersangka Adam ini berperan sebagai eksekutor,” jelas Dewa.

Keduanya melancarkan aksi pencurian tersebut sekitar pukul 12.00. Ketika itu, korban hendak main ke rumah temannya dengan mengendarai sepeda kayuh. Sembari memegang handphone Oppo F7, korban mengayuh sepeda merek polygonnya.

Hingga di lokasi, pelaku melancarkan aksi. “Keduanya memepet korban, dan merampas handphone yang dipegang, hingga korban terjatuh,” tambah Kasat.

Selanjutnya, keduanya kabur. Sementara korban melapor ke polisi. Dari laporan itulah, polisi melakukan penelusuran. Hingga mendapatkan petunjuk penjualan handphone korban yang dijual di facebook. “Setelah mendapatkan petunjuk tersebut, kami menangkapnya,” tutur Dewa.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Selain handphone Oppo F7, juga motor dan beberapa barang bukti lainnya. Bersama barang bukti yang ditemukan, tersangka digelandang ke Mapolres Pasuruan untuk pemeriksaan.

Kepada petugas, tersangka beraksi tidak hanya sekali. Ia sudah delapan kali melancarkan aksi kejahatan tersebut. Selain di wilayah Bangil juga dilakukan di wilayah Kota Pasuruan. “Sasarannya perempuan yang memegang handphone di jalan,” urainya.

Adam mengaku, pencurian itu dilakukannya demi menambah penghasilan. Karena pendapatan dari sales elpiji kurang menunjang. “Uangnya untuk makan,” aku tersangka yang memiliki tiga anak itu.

Kini karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancamannya, 9 tahun penjara. (one/mie)