Ony Suprianti, Rintis Jadi Penyanyi Keroncong usai Suami Meninggal

Ony Suprianti, bagi penikmat musik keroncong, namanya mungkin tak asing. Salah satu penyanyi keroncong perempuan di Kabupaten Pasuruan ini menapaki karir bermusiknya selama 21 tahun. Siapa sangka, eksistensi Ony dimulai setelah suaminya meninggal dunia.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen

Suasana Hotel Senyiur di Prigen Minggu (10/3) malam yang biasanya dingin, terasa lebih hangat dengan olah vokal Ony Suprianti. Perempuan 53 tahun asal Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, ini tampil dalam perhelatan Keroncong of The Mountain.

Bersama grup keroncong Irama Sehati asal Pasuruan dan Patrol Keroncong (Pancong) Sakera dari Probolinggo serta penyanyi lainnya, Ony Suprianti tampil menghibur penonton. Ony sendiri tercatat sebagai penyanyi keroncong senior di Kabupaten Pasuruan.

Usia memang tak menjadi halangan bagi Ony untuk tetap eksis di keroncong. Bukan hanya sekadar hobi, Ony bergelut di musik keroncong juga untuk meneruskan warisan bakat dari sang ibu. “Jadi penyanyi keroncong bakatnya dari ibu. Sekarang saya menjadi penerusnya,” ucap perempuan berkacamata ini.

Ony mulai mengasah bakat menyanyi keroncong sejak 1998 silam. Saat remaja, ia mengaku menjadi penyanyi dangdut. Keputusannya menjadi penyanyi keroncong, ia lakukan sejak Kusdiono, suaminya meninggal dunia. Saat itu, anak semata wayangnya berusia dua tahun.

“Awalnya coba-coba dan belajar otodidak. Ternyata cocok dan enak, serta nyaman saat menyanyikannya. Akhirnya berganti haluan dari penyanyi dangdut ke keroncong,” cetusnya. Meski begitu, Ony mengakui menjadi penyanyi keroncong tidak mudah. Suara ataupun cengkoknya juga beda dan ada khasnya.

Karena itu, agar maksimal dalam menyanyi keroncong, selain hafal dan menguasai lirik lagunya, Ony juga rajin olahraga serta menjaga pola makan. “Tentunya harus konsisten untuk suaranya. Maka dari itu, inilah yang harus saya perhatikan juga menjaganya baik-baik,” tutur penggemar berat Waljinah dan Soendari Sukoco itu.

Selama 21 tahun menggeluti profesi sebagai penyanyi keroncong, ia tak hanya manggung atau nyanyi di sekitaran Pasuruan saja. Tapi, juga sudah ke berbagai daerah. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Jember, Situbondo, dan Magetan. Bahkan, Semarang, Solo, dan Jogjakarta.

Selain menjadi penyanyi solo keroncong, di Pasuruan ia seringkali manggung bersama orkes keroncong Irama Sejati asal Grati, Kabupaten Pasuruan. “Tampil menyanyi ini lebih sering di acara hajatan, juga pagelaran budaya. Saya ingin terus berkarya semampunya,” katanya.

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P) Ki Bagong Sabdo Sinukarto mengatakan, sosok Ony Suprianti menjadi aset Pasuruan di seni musik. “Suara dan performance-nya bagus. Dari sekian banyak penyanyi keroncong perempuan di kabupaten ini, dia merupakan salah satu yang senior,” ucapnya.

Secara umum, keberadaan musik keroncong kini mulai kurang diminati. Hanya orang-orang tua saja yang terlihat berminat dengan jenis musik ini. Karena itulah, DK3P berupaya agar keroncong juga diminati anak-anak muda.

“Keroncong adalah musik khas dan asli Indonesia. Pastinya wajib dilestarikan. Salah satunya dengan rutin menggelar sejumlah ajang kegiatan,” tegasnya. (rf)