Tak Anggarkan Seragam Tahun Ini, PNS Harus Beli Sendiri

BERDOA: Sejumlah pegawai di lingkungan PNS Pemkab Pasuruan mengenakan seragam batik dalam sebuah apel pagi. Sejak 2015 hingga saat ini, pemkab tak lagi menganggarkan dana untuk pembelian seragam. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Di tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tak lagi menganggarkan dana untuk seragam Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga ASN diharapkan bisa secara mandiri menyediakan dana untuk seragam saat berdinas. Termasuk anggaran untuk seragam hitam-putih dan batik yang sudah tidak lagi disediakan sejak tahun 2015 lalu.

Indra Hernandi, Kepala bagian Administrasi, Keuangan, dan Perlengkapan Pemkab Pasuruan didampingi stafnya, Ria Indriyani mengatakan, di tahun 2019 Pemkab kembali tidak menganggarkan dana untuk seragam ASN. Tidak ada anggaran seragam ini dikatakan sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Terakhir untuk anggaran seragam diperkirakan tahun 2015 lalu, itupun untuk seragam keki yang diperuntukkan kepada 13 ribu ASN baik PNS dan honorer,” terangnya.

Namun setelah itu sampai tahun 2019 ini, pemkab memang tak lagi ada anggaran untuk seragam. Indra memperkirakan bahwa anggaran yang terbatas membuat dana lebih diperuntukkan kepada anggaran lain yang lebih prioritas.

Di Kabupaten Pasuruan selain seragam keki, ada juga seragam batik termasuk seragam hitam putih. Seragam hitam-putih ini sendiri baru diterapkan pada tahun 2016 lalu dan digunakan setiap hari Rabu. Untuk seragam hitam-putih memang dari awal tidak diseragamkan, sehingga ASN wajib mengadakan atau membeli sendiri. Selain itu juga ada seragam khusus di masing-masing dinas seperti di Satpol PP ataupun di Dinas Perhubungan.

“Untuk seragam hitam putih sejatinya juga tidak sulit. Ini lantaran seragam ini mayoritas sudah punya khususnya digunakan saat pelatihan dan lain lain,” terangnya.

Sejauh ini sudah banyak seragam batik ASN yang warnanya sudah memudar. Biasanya ASN mengusahakan sendiri dengan memesan motif batik serupa baik perseorangan ataupun secara kelompok.

“Tidak masalah jika ASN memesan sendiri, dan desainnya diminta menduplikat ke pembatik. Ini lantaran fungsinya memang untuk seragam dinas. Dan diharapkan memang ASN bisa secara mandiri berupaya untuk pengadaan seragam karena fungsinya juga untuk kegiatan dinas sehari-hari,” pungkasnya. (eka/fun)