ABG 14 Tahun yang Coba Perkosa Janda 50 Tahun Kecanduan Video Porno

DISELESAIKAN KEKELUARGAAN: Pelaku berinisial EMI mencium tangan salah satu kerabat keluarga korban untuk menandai kasus percobaan perkosaan itu diselesaikan secara kekeluargaan. (Istimewa)

Related Post

KRUCIL – Aksi percobaan perkosaan yang dilakukan oleh bocah berinisial EMI, 14 di Krucil kepada perempuan berusia 50 tahun, tak diproses hukum lebih lanjut. Sebab, setelah insiden itu, keluarga korban tak ada yang melapor polisi.

Kasus penggagalan percobaan pemerkosaan itu pun telah diselesaikan secara kekeluargaan. “Dalam kasus ini, kami hanya memediasi. Sebab, saat kami tunggu, tidak ada laporan dari keluarga korban. Sehingga pelaku dikembalikan kepada pihak keluarga dengan membuat surat pernyataan tidak mengulangi kembali,” terang Kanit Reskrim Polsek Krucil, Bripka Adi Perdana.

Pria yang akrab disapa Adi itu juga menerangkan, baik pelaku dan korban sendiri disebutkan tak nyambung saat diajak bicara. Korban perempuan 50 tahun itu disebutkan seorang janda. Tiap harinya, sang janda berinisial MD itu tinggal di rumah adiknya. Sang janda juga disebutkan memiliki riwayat agak pikun.

Nah, adik korban itu memiliki anak, yang berteman dengan pelaku EMI. Sementara pelaku disebutkan juga merupakan anak putus sekolah.

“Kalau orang waras, bila tepergok seperti itu, kan pasti lari. Tetapi pelaku masa bodoh. Dia tetap ada di TKP (tempat kejadian perkara). Seperti orang biasa. Makanya kami duga pelaku memiliki keterbelakangan mental atau kurang pikirannya,” ungkap Adi.

Pelaku EMI disebutkan putus sekolah sejak kelas lima sekolah dasar (SD). Pelaku diduga nekat melakukan perbuatan tercela itu, karena keseringan melihat video porno.

“Iya pelaku dari informasi yang kami dapat, sering melihat video porno. Karena itu, saat melihat korban tiduran di depan TV, timbullah ingin mempraktikkan apa yang sering dilihatnya itu,” tandasnya.

Pelaku EMI sendiri sering melihat video porno dari HP. Entah itu milik temannya atau milik sendiri. “Saat dibawa ke Polsek, pelaku itu tidak membawa HP. Bisa juga dia melihat dari HP temannya,” jelas Adi. (sid/mie)