Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Pembakar Maling di Tiris, Ini Alasannya

KRAKSAAN – Sidang kasus pembunuhan Samhadi, maling yang dibakar di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo kembali digelar Selasa (12/3). Dalam sidang kali ini agendanya adalah putusan sela dari pada eksepsi yang dilakukan oleh kuasa hukum delapan terdakwa.

Dalam putusan itu, majelis hakim yang dipimpin langsung Ketua pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Gatot Ardian, menolak keseluruhan eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa Prayuda Rudi Nurcahya. Dengan demikian sidang perkara ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Sidang itu dimulai sekitar pukul 10.30 dengan menghadirkan 8 terdakwa. yaitu Amin, 45; Rofi, 36; Mistar, 43; Suparman, 43; Samin, 35; Sugi, 25; dan Edi Efendi, 21; dan juga Saton. Mereka kompak mengenakan rompi oranye dan berkopiah. Seperti sidang sebelumnya, sidang kali ini berjalan singkat. Yaitu hanya pembacaan putusan selah dari pada hakim.

“Dengan menimbang kami memutuskan untuk menolak secara keseluruhan eksepsi dari pada kuasa hukum terdakwa,” ujar Gatot.

Menurutnya, majelis hakim menolak eksepsi itu dengan alasan dakwaan yang dilayangkan jaksa penuntut umum telah memenuhi syarat formil maupun materil suatu dakwaan. Sehingga, kemudian eksepsi dari pada kuasa hukum terdakwa tidak dapat diterima.

“Sudah sesuai dengan KUHP pasal 143. Yaitu dakwaan yang dilakukan oleh jaksa telah memenuhi syarat formil dan materil suatu dakwaan,” ungkapnya.

Mendapati hal demikian, kuasa hukum terdakwa Prayuda Rudi mengatakan, pihaknya masih belum memikirkan langkah lanjutan untuk membela kliennya. Pihaknya akan membicarakan hal itu dengan ke 8 kliennya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (kejari) Kabupaten Probolinggo, Ardian Junaedi mengatakan, dengan ditolaknya eksepsi itu maka pihaknya akan segera menyiapkan saksi. Saksi yang akan dihadirkan pada sidang lanjutan nanti berjumlah 6 orang. “Besok (Rabu, 13/3) kami akan menyurati para saksi yang akan kami hadirkan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juli tahun 2018 silam, Samhadi meregang nyawa. Pelaku pencurian kendaraan bermotor itu, dibakar oleh massa. Usai insiden tersebut, polisi menetapkan 8 orang sebagai tersangka. (sid/fun)