27 Kartu BPNT Belum Terinject, Dinsos Minta Bank Segera Perbaiki

PASURUAN – Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kota Pasuruan belum optimal. Penyebabnya, masih ada kartu keluarga sejahtera (KKS) yang bermasalah. Akibatnya, penerima bantuan tak bisa membelanjakan dana bantuan tersebut.

Sejauh ini, ada 27 KKS yang teridentifikasi bermasalah. Seluruhnya merupakan kartu baru, lantaran kartu yang lama hilang. Dinas Sosial Kota Pasuruan pun meminta bank penyalur agar segera memperbaiki masalah itu.

Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Nila Wahyuni menjelaskan, pihaknya sudah mendata seluruh KKS yang bermasalah tersebut. “Sudah kami sampaikan laporannya ke perbankan yang menyalurkan akhir Februari lalu. Agar pihak bank menginject ulang,” kata

Di samping itu, laporan tersebut juga ditembusi ke Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Jawa Timur. Ia berharap, bank penyalur bisa segera memperbaiki data KKS. Sehingga penyaluran bantuan ke depannya tak mengalami kendala serupa.

Menurut Nila, pihaknya juga menyampaikan kepada seluruh penerima agar bisa memaklumi kendala tersebut. Nila meminta penerima tak khawatir dana bantuannya hangus.

“Kalaupun bulan sebelumnya ada kendala seperti ini, dananya tidak akan hangus. Bisa dibelanjakan bulan berikutnya,” tegasnya.

Selain 27 KKS tersebut, tidak menutup kemungkinan masih ada KKS lain dengan masalah sama. Oleh karena itu, pihaknya juga akan terus mendata KKS bermasalah berdasarkan realisasi penyaluran tiap bulannya.

“Kemungkinan itu tetap ada. Makanya kami akan selalu meng-update data dari tenaga pendamping BPNT. Jika ada KKS bermasalah bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (tom/fun)