Pasar Gempol yang Ramah Lingkungan Diberi Apresiasi Presiden Jokowi

DISERAHKAN PRESIDEN: Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, S.E, MMA, menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Pasar Gempol dinobatkan sebagai satu dari enam pasar ramah lingkungan terbaik se-Indonesia, penghargaan tersebut diterima di Gedung Indonesia Center Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Selasa (12/3) lalu. (Foto: Humas dan Protokoler)

Related Post

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali mendapatkan penghargaan skala nasional yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Terbaru, penghargaan diberikan kepada Pasar Gempol yang dianugeraghi sebagai satu dari enam pasar ramah lingkungan terbaik se-Indonesia. Anugerah tersebut diserahkan langsung Presiden Jokowi kepada Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dalam acara Peresmian dan Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia, serta Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan RI, di Gedung Indonesia Center Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Selasa (12/3).

BANGGA: Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Kepala Disperindag Edy Suwanto memamerkan penghargaan pasar rakyat Indonesia. (Foto: Humas dan Protokoler)

Diraihnya penghargaan bergengsi tersebut tidak lepas dari kerja keras Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan. Untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut ada beberapa parameter yang harus dicapai untuk menyingkirkan kompetitor dari daerah lain. Edy Suwanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan menjelaskan, untuk menjadi pasar ramah lingkungan, setidaknya ada banyak indikator yang harus dimiliki. Yakni kebersihan, fasilitas penampungan sampah, penanganan sampah, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), penghijauan dan taman, ketertiban pedagang hingga penerangan dan sirkulasi udara.

Untuk kebersihan di Pasar Gempol, setidaknya ada beberapa orang kru pasar yang bertugas membersihkan sudut-sudut lorong, kios, hingga halaman dan bedak atau los selama dua kali sehari. Plus di dalamnya adalah membersihkan sampah-sampah yang kemudian diangkut melalui kontainer dan dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS) yang telah ditentukan. Begitu pula dengan IPAL yang sudah terkondisikan sesuai fungsinya. Sehingga air limbah tidak langsung terbuang ke sungai, melainkan disaring melalui IPAL yang terkonstruksi dengan baik.

“Selain itu, soal penertiban pedagang juga selalu kami awasi. Misalnya, pedagang ikan kumpul dengan pedagang ikan, sehingga pembeli pun nyaman,” ujar Edy.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, S.E, MMA, menegaskan bahwa kesadaran dari pedagang merupakan kunci utama keberhasilan dan kemajuan sebuah pasar tradisional. Oleh karena itu, dirinya mengajak kepada para pedagang di Pasar Gempol atau pasar lainnya, untuk ikut peduli terhadap aturan yang telah ditetapkan.

“Kami berharap para pedagang untuk ikut peduli dan sadar memanfaatkan pasar sesuai dengan fungsi pasar itu sendiri. Kebersihan harus dijaga bersama, diperhatikan sampah-sampahnya. Setidaknya ikut menjadi bagian penting dari pasar sehingga bisa nyaman bekerja di pasar,” ucap Irsyad. (lel/*)