Penarikan Retribusi di Terminal Wisata Pasrepan Tunggu Perda

PARKIR: Sejumlah kendaraan parkir di Terminal Wisata Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Sampai Rabu (13/3), kendaraan yang masuk terminal ini belum dikenai retribusi. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASREPAN – Terminal Wisata Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, telah dioperasionalkan sejak akhir tahun 2018. Namun, penarikan retribusi dari teminal ini baru akan dimulai pada pertengahan tahun ini atau menunggu revisi peraturan daerah (perda).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan Heri Yitno mengatakan, penarikan retribusi di Terminal Wisata Pasrepan, masih menunggu penyempurnaan Perda Nomor 12/2012 tentang Retribusi Terminal di Kabupaten Pasuruan. “Perlu ada penyempurnaan dari Perda tentang Retribusi Terminal, karena soal kios di Terminal Wisata Pasrepan belum diatur terkait sewa kiosnya,” ujarnya.

Sedangkan, untuk penarikan retribusi terhadap kendaraan di Terminal Wisata, akan disesuaikan dengan perda sebelumnya. Untuk angkutan desa Rp 500 dan bus umum dengan tempat duduk antara 9 sampai 28 akan ditarik Rp 750, sedangkan bus umum dengan tempat duduk di atas 28 unit dikenakan Rp 1.000. Sejauh ini, kendaraan yang masuk belum dikenai retribusi karena masih dalam masa sosialiasi.

Heri mengatakan, kendaraan yang masuk Terminal Wisata Pasrepan, masih naik turun. “Namun, sudah ada mobil, bus, dan hardtop yang menuju atau dari Bromo menyempatkan mampir ke Terminal Wisata Pasrepan,” ujarnya.

Terminal wisata ini bertujuan sebagai tempat transit bagi kendaraan wisatawan yang melintas di Pasrepan. Terutama, agar wisatawan yang hendak ke Kecamatan Tosari atau Bromo, bisa beristirahat atau membeli produk unggulan Kabupaten Pasuruan.

Heri mengatakan, revisi Perda sudah diajukan dan targetnya bisa rampung pada pertengahan tahun ini. Bila rampung, maka pertengahan tahun, penarikan retribusi bisa dilakukan.

Diketahui, Terminal Wisata Pasrepan ini merupakan proyek multiyears. Dibangun sejak 2015 dan menghabiskan anggaran Rp 5 miliar. Setelah rampung, akhir tahun kemarin mulai difungsikan. Adanya terminal ini diharapkan bisa menjadi tempat transit para wisatawan yang melewati Pasrepan. (eka/rud)