Pengasuh Ponpes Mais Paiton Ditipu, Alami Kerugian Rp 23 Juta

PAITON – Pengasuh Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah (Mais) di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, jadi sasaran penipu. Pengasuh pondok yakni KH Achmad Fauzi Imron tertipu dua orang tak dikenal. Akibatnya, pihak pesantren mengalami kerugian sebesar Rp 23 juta.

MEYAKINKAN: Aksi salah satu pelaku saat berupaya meyakinkan sang pengasuh ponpes untuk membeli aneka produk koperasinya. (Istimewa)

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, aksi penipuan tersebut terjadi Sabtu (9/3) lalu. Bermula dari pengasuh pondok, yang saat itu kedatangan dua orang tak dikenal. Kedua orang itu, mengaku dari Dinas Koperasi dengan mengendarai mobil boks nopol B 9010 BCB.

Saat itu, di rumah pengasuh ponpes hanya ada tuan rumah beserta istrinya saja yakni Uswatun Hasanah. Keduanya langsung menawarkan produk-produk koperasi yang dibawanya. Karena hal itu, KH Fauzi lantas memanggil sang anaknya Rahmatul Maula, dan menantunya Faisal Masudi.

“Setelah kami datang, kedua orang tadi langsung mempromosikan barangnya. Tetapi, kami sudah merasakan kejanggalan. Kejanggalan yang saya rasakannya saat orangnya menyodorkan produk yang diperkenalkannya,” kata Rahmatul Maula menjelaskan.

Saat menyampaikan pada sang suami, Rahmatul malah ditegur oleh suaminya itu. Menurutnya tidak boleh berburuk sangka terhadap orang lain.

Karena sudah curiga, perempuan yang akrab disapa Lala itu kemudian diam-diam mengambil gambar kedua orang itu. “Saya juga mengambil foto nopol kendaraan kedua orang itu. Tetapi, meskipun kayak begitu, orang tua saya dan suami saya sepakat untuk membelinya,” tandasnya.

“Sudah dibayar kontrak Rp 23 juta. Karena saya masih curiga kemudian saya periksa barangnya. Saya dapati 50 persen barangnya itu palsu dan tidak ada izin BPOM nya,” tambahnya.

Karena demikian, ia langsung menyampaikannya pada orang tua dan suaminya. Tetapi, keduanya hanya tersenyum saja. Sehingga, ia tidak bisa berbuat apa apa. “Kebetulan tadi nomornya kami minta. Jadi saya hubungi, tetapi ternyata tidak aktif,” terangnya.

Faisal Masudi suami Lala, mengaku terpikat oleh penawaran kedua orang itu. Sehingga, kemudian ia mengiyakan untuk membeli barang yang ditawarkan itu. Sehingga ketika mengetahui bahwa barang yang dibeli 50 persen palsu, ia tidak bisa berbuat apa apa.

“Tetapi kami telah melaporkan kepada pihak kepolisian atau Polsek Paiton. Jadi sekarang perkaranya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu, Aiptu Ade Maman Kanit Reskrim Polsek Paiton menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan tersebut. “Belum dapat laporan kami,” ujarnya singkat. (sid/rf)