Penjual Bunga di Pasar Baru Kembali Boleh Jualan di Trotoar

PROBOLINGGO – Penjual bunga di depan Pasar Baru, masuk Jl Panglima Sudirman akhirnya bisa bernapas lega. Mereka akhirnya tetap boleh berjualan di trotoar. Namun, harus tetap ada ruang untuk pejalan kaki.

Para penjual bunga ini sempat dilarang berjualan di trotoar selatan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP). Sebab, dinilai sebagai salah satu penyebab kemacetan di Pasar Baru.

Penilaian ini merupakan hasil rapat evaluasi uji coba parkir Pasar Baru yang dilakukan beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) pada 28 Februari. Yaitu DKUPP, Satlantas, Dishub, dan DPUPR.

Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Gatot Wahyudi menyebut, jalan menjadi macet, karena pejalan kaki lewat di bahu jalan. Sementara trotoar ditempati penjual bunga.

Namun, kemudian larangan itu dicabut setelah Dishub melunak. Sanema, 58 penjual bunga warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran mengatakan, para penjual bunga sudah bersepakat dengan petugas Dishub.

Petugas yang didampingi ketua dan pengurus Paguyuban Pedagang Kreatif Lapangan (P-PKL) meminta jualannya dimundurkan. Sehingga, pejalan kaki bisa lewat di trotoar.

Nggak apa-apa jualan di sini. Kami hanya diminta mundur, agar pejalan kaki bisa lewat. Kami juga diminta menjaga kebersihan dan kerapian,” ujarnya.

Alifurohman, ketua P-PKL membenarkan, para penjual bunga boleh berjualan di trotoar lagi. “Anggota kami tetap berjualan. Hanya ditertibkan, karena jualannya menutup akses pejalan kaki,” tandasnya.

Alif pun menegaskan, sumber kemacetan sebenarnya adalah parkir kendaraan roda 2 dan 4 yang semrawut. Termasuk kendaraan yang bongkar muat di pagi dan siang hari. Karena itu, ia meminta Dishub juga menertibkan semua iut.

“Jangan hanya PKL yang dilarang dan ditertibkan, parkir juga ditertibkan. Itu kendaraan bongkar barang, ditilang. Kan tidak boleh kalau pagi dan siang hari,” tambahnya. (rpd/hn)