Ratusan Rusak, KPU Tunggu Distribusi Surat Suara Pengganti

PANGGUNGREJO – KPU Kota Pasuruan menemukan sejumlah surat suara yang tak sesuai. Ratusan surat suara itupun dipastikan tak akan digunakan dalam pemungutan suata lantaran kondisinya tak layak.

Ketua KPU Kota Pasuruan Fuad Fatoni menjelaskan, pihaknya telah menyelesaikan pelipatan dan penyortiran untuk lima jenis surat suara yang digunakan dalam Pemilu 2019 mendatang. Selama penyortiran, kata Fuad, pihaknya menemukan ratusan surat suara yang tak layak digunakan.

“Surat suara yang tidak layak itu kebanyakan karena pemotongan yang tidak presisi, terdapat bercak tinta dan kertasnya robek,” katanya.

Surat suara tak layak paling banyak ditemukan selama penyortiran surat suara DPR RI. Jumlahnya sebanyak 165 lembar. Berikutnya, surat suara DPD sebanyak 97 lembar, DPRD Jatim, sebanyak 92 lembar, dan Pilpres sebanyak 53 lembar.

“Sedangkan untuk DPRD Kota Pasuruan, dari empat dapil, surat suara yang tidak layak totalnya ada 52,” jelas Fuad. Pihaknya kini menunggu distribusi surat suara pengganti dari pusat. Sementara surat suara yang kondisinya baik, langsung dimasukkan dalam kotak suara sesuai dengan TPS yang ada.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Mohamad Anas meminta agar KPU cermat dalam proses memasukkan surat suara ke masing-masing kotak. Sehingga distribusi logistik ke TPS nantinya tak mengalami kendala. Ia menyebut, jika ada ketidaksesuaian maka membuat repot petugas KPPS.

“Kelihatannya memang sepele, tapi kalau jumlahnya tidak sesuai, maka yang kerepotan nanti petugas KPPS. Prosesnya juga akan lama. Makanya persiapan logistik ini harus tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta KPU bisa menjamin keamanan kotak suara dari serangan serangga atau kerusakan lainnya. Mengingat kotak suara yang digunakan kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Yakni, berbahan karton. “Harus dicek secara berkala. Karena masih sebulan lagi logistik ini didistribusikan,” tegasnya. (tom/rf)