Sulap Erupsi jadi Promosi, Hotel-Travel Tawarkan Konsep The Best Exotic Smoke in The Word

SEMAKIN INDAH: Asap dari Bromo yang beberapa waktu lalu menyembur. Aktivitas vulkanik di Bromo kini bahkan menjadi tawaran untuk wisatawan menikmati keindahan gunung ini. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUKAPURA – Erupsi di Bromo yang terjadi akibat lontaran abu vulkanik dari kawah Gunung Bromo menjadi daya tarik tersendiri bagi wisawatan. Bahkan, pihak pengelola hotel dan travel pun semakin gencar mempromosikan wisata Gunung Bromo yang tengah keluarkan kepulan asap. Sebab, keindahan kepulan asap tebal adalah keindahan tersendiri.

”Pihak hotel dan travel malah menawarkan pada wisawatan dengan memberikan informasi terkait asap dan abu vulkanik yang disemburkan dari kawah Bromo. Karena, daya tariknya sekarang ini, saat kawah gunung Bromo keluarkan asap,” kata Digdoyo Djamaluddin selalu ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo.

Yoyok-sapaannya mengatakan, fenomena alam ini merupakan kepulan asap terindah di dunia atau the best exotik smoke in the word. Artinya, kepulan asap terindah di dunia menjadi proses alam. Sehingga, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi peneliti, mahasiswa ataupun wisatawan yang suka foto-foto.

”Kalau yang membatalkan itu malah kerugian besar. Karena Bromo adalah gunung api dan sekarang ini moment terlihat kawah mengeluarkan asap atau abu vulkanik. Kelihatan dari puncak Seruni Point, Mentigen dan sekitar gunung Bromo, moment terindah ini,” terangnya.

Disinggung apakah ada peningkatan jumlah pengunjung atau sewa hotel? Yoyok mengaku, pengunjung datang ke wisata Bromo saat ini kebanyakan wisatan yang ingin mengetahui langsung bagaimana gunung keluarkan asap atau abu vulkanik. Kebanyakan dari mereka tidak menginap. Sebab, mereka datang melihat dan langsung pulang.

”Cuma untuk menginap, belum ada peningkatan. Tapi kami tetap mengirimkan dan menawarkan pada wisatawan, peneliti soal fenomena bromo keluarkan abu vulkanik,” terangnya.

Sejauh ini dikatakan Yoyok, jumlah wisatawan yang menginap di hotel-hotel masih berkisar 30 persen. Karena saat ini memang masa low season (tingkat hunian paling rendah) sampai akhir bulan April. Nantinya, bulan Mei sampai Juni diperkirakan ada kenaikan jumlah wisawatan menginap. Sedangkan puncak hunian di hotel itu bisa Agustus dan tutup tahun.

”Tidak ada peningkatan jumlah wisatawan menginap di hotel, karena memang sekarang bulan-bulan low season sampai April besok.

Sementara itu, Hendra Gunawan selaku Kepala Bidang (Kabid) mitigasi gunung api PVMBG mengatakan, aktivitas gunung Bromo sama dengan hari-hari sebelumnya. Terbaru, Gunung Bromo erupsi melontarkan abu vulkanik dengan kecepatan setinggi 700 meter dari puncak kawah Bromo. Namun, status Bromo itu tidak berubah tetap waspada level II. Sehingga, tetap aman dikunjungi wisatawan. Hanya saja, diimbau untuk tetap tidak mendekati radius larangan 1 kilometer.

”Aktivitas asap atau abu vulkanik yang dikeluarkan dari kawah Bromo masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Gunung bromo masih mengeluarkan hembusan abu dengan ketinggian 700 meter. Statusnya tetap sama, waspada level II. Tapi aman dikunjungi wisawatan dengan tidak mendekati radius jarak aman 1 kilometer,” katanya. (mas/fun)