Toko Modern yang Disegel Dilarang Buka sebelum Izin Lengkap

TONGAS – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Probolinggo kembali mendata dan mengecek keberadaan toko modern. Hasilnya, hanya ada dua toko modern di wilayah Tongas yang dipastikan belum mengantongi izin.

Dari hasil pendataan ulang, Dinas PM-PTSP mencatat sekitar 90 toko modern berdiri di Kabupaten Probolinggo. Sembilan puluh toko tersebut telah mengantongi izin. Mulai dari izin mendirikan bangunan (IMB) sampai surat izin usaha toko modern (SIUTM).

Sementara untuk dua toko modern di Tongas yang disegel beberapa waktu lalu, diminta untuk melengkapi izin. Jika belum lengkap,, dua toko modern itu dilarang operasional.

Penegasan itu Kepala Dinas PM-PTSP Kabupaten Probolinggo, Hadi Prayitno. Saat dikonfirmasi, Hadi mengatakan, langkah tegas pemkab terhadap toko modern yang tak berizin dengan melakukan penyegelan dan penutupan. Sebab, selama ini pemkab sudah berusaha memberikan akses kemudahan untuk pengajuan proses perizinan tersebut.

”Toko modern yang tidak mengantongi izin sudah tak menghargai sikap Pemkab yang memberikan kemudahan dalam proses pengurusan izin . Karena itu, tidak ada toleransi lagi, selain sikap tegas dengan penyegelan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (13/3).

Sebelum penyegelan itu, dikatakan Hadi, pihaknya melakukan pendataan di internal perizinan terkait toko modern. Dimana, ada sekitar 90 toko modern yang berdiri di Kabupaten Probolinggo. Kemudian, pihaknya pun melakukan pengecekan ke lokasi tiap wilayah kecamatan. Hasilnya, di temukan dua toko modern yang rupanya tidak mengantongi izin. Sebab, dua toko modern tersebut tidak ada data izin masuk.

”Selain dua toko modern itu, tidak ada lagi tidak ada lagi toko modern yang tidak memiliki izin . Kami sudah cek data kami dan langsung cek ke lapangan,” ungkapnya.

Pasca penyegelan itu dikatakan Hadi, ada pihak pengelola toko modern yang datang mengurus proses pengajuan izin. Pihaknya akan memberikan akses kemudahan sama halnya pemohon lainnya. Tetapi, pihaknya tidak akan memberikan toleransi. Yaitu dengan melarang membuka dua toko modern itu, sebelum proses perizinan selesai dan telah diterbiktan.

”Saya tidak mau beri kelonggaran. Jadi selama izin belum selesai diurus dan diterbitkan, toko modern itu dilarang dibuka. Silahkan urus, akan kami beri akses kemudahan sama halnya pemohon lain. Terpenting persyaratannya dilengkapi semua,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kabupaten Probolinggo menutup dua toko waralaba Alfamart di wilayah Kecamatan Tongas, Senin (11/3). Masing-masing di Desa Curahtulis dan Desa Tongas Wetan. Dua waralaba tersebut ditutup, karena selama ini tidak mengantongi izin. (mas/fun)