Ustadah Oki Ajak Ibu-Ibu di Kraksaan Tak Ikut Sebar Hoaks

KRAKSAAN – Oki Setiana Dewi, artis yang kini menggeluti bidang dakwah, Rabu (13/3), hadir di Kabupaten Probolinggo. Ia hadir dalam acara talk show yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo.

MINTA LEBIH KREATIF: Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari saat memberikan sambutan dalam acara talkshow bareng artis Oki Setiana Dewi di GIC Kraksaan, Rabu (13/3). (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Talk show bertema Tantangan Perempuan di Era Milenial itu, dimulai sekitar pukul 09.00. Dihadiri oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari; Kepala Dinas DPPKB Shodiq Tjahjono; Kepala Dinas Kesehatan Anang Budi Yoelianto; Kepala Dinas Pendidikan Dewi Korina, serta segenap OPD lainnya.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati. Dalam sambutan pembukaannya, Bupati menjelaskan pentingnya peran perempuan. Menurutnya, perempuan harus bisa berkembang. “Selain menjadi ibu rumah tangga yang telah dikodratkan, juga harus berkembang. Masuk segala lini,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pada bintang tamu yang diundang yaitu Oki Setiana Dewi. Menurutnya, Oki pantas menjadi panutan. Pasalnya, perempuan kelahiran 1989 itu mampu berperan aktif. Baik di bidang dakwah dan juga di bidang usaha.

“Tetapi ustadah Oki ini juga tidak lupa dengan kodratnya. Yaitu mengurus suami dan juga ketiga anaknya. Meskipun dalam kesibukannya ia mampu menjalani itu semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Oki yang kemudian diberi kesempatan berbicara mengatakan, sebagai kaum wanita sudah sepatutnya harus mencontoh istri baginda Nabi Muhammad SAW yakni Siti Khodijah. Yang mana beliau adalah sosok yang menyayangi suami dengan sepenuh hati. Bahkan, menyerahkan jiwa dan raganya untuk sang suami.

“Beliau adalah panutan. Mari kita contoh beliau bagaimana beliau memperlakukan baginda nabi. Jadi jangan sampai ada yang melawan kepada suami. Sebab, suami adalah imam,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menceritakan terkait negara Andalusia. Yang mana pada masa kejayaan islam negara itu adalah negara terkuat dan banyak islamnya. Tetapi, pada akhirnya negara itu hancur dan sekarang malah tidak ada sama sekali yang beragama islam.

Menurutnya, itu lantaran banyak orang islam saat itu banyak orang islam yang memfitnah sesama Islam, menghujat sesama Islam sehingga terjadi perang antar agama Islam.

“Itulah yang menyebabkan negara itu hancur dan tanpa orang Islam. Karena itu mari kita jangan ikut ikutan menyebar hoaks. Jangan ikut ikutan memfitnah ulama’ dan jangan menghujat sesama Islam. Sehingga negara kita tetap aman dan damai,” ujarnya.

Disisi lain, dalam acara itu juga ada fashion show batik khas Kabupaten Probolinggo, ada beberapa batik yang diperagakan oleh model pada pagi itu. Juga ada pencanangan batik gender Kabupaten Probolinggo.

Kabid Pemberdataan Perempuan DPPKB Amalia Etiq Primahayu mengatakan, tujuan dari pada acara itu tak lain adalah untuk memberikan motivasi kepada para wanita yang ada di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, juga sebagai ajang promo batik khas daerah setempat.

“Jadi begitu. Acara itu memang untuk melakukan pemberdayaan kepada para perempuan dengan memberikan motivasi. Selain itu, juga mempromosikan batik gender dan batik lainnya khas kabupaten,” ungkapnya.

Menurutnya, acara itu berjalan dengan sukses. Yang mana dalam acara itu dihadiri oleh ratusan wanita dari semua elemen. Yaitu baik dari DPRD, Dinas, dan para pengusaha wanita yang ada di daerah. “Alhamdulillah berjalan sukses. Semoga sinergi bisa terus dilakukan. Ini tentunya semata mata memajukan perempuan yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

 

Penduduk Didominasi Kaum Hawa

Sementara itu, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengatakan, bahwa penduduk Kabupaten Probolinggo didominasi oleh perempuan. Dari jumlah penduduk sekitar satu jutaan 60 persennya adalah kaum hawa. Karenanya, ia menghimbau kepada seluruh perempuan untuk lebih kreatif.

Hal itu disampaikannya pada acara Talk Show. Menurutnya, dengan banyaknya jumlah penduduk perempuan di daerahnya, mereka harus turut serta berperan aktif. Baik di kancah, perekonomian, sosial, budaya dan juga politik.

“Sebagai kaum mayoritas, perempuan harus masuk semua lini. Tetapi, juga tidak lupa dengan kodrat perempuan,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Tantri itu melanjutkan, menurutnya, selama kepemimpinannya pada periode pertama sudah banyak menggawangi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang digawangi oleh perempuan. Salah satunya yaitu, adalah UKM batik.

Sebelum masa pemerintahannya, UKM batik belum seperti sekarang tetapi. Karenya berkat usaha semua golongan maka bisa terwujud UKM-UKM itu. “Kami yakin ke depan nanti akan banyak UKM yang akan digawangi lagi oleh perempuan. Karena itu, kita harus terus kreatif dan terus berkembang. Sehingga, mampu bersaing dengan semuanya,” ungkapnya.

Dengan populasi perempuan yang hanyak, banyak pula jabatan yang diisi oleh perempuan. Salah satunya yaitu Bupati, Kejari, dan juga di anggota dewan. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa perempuan juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh para lekaki dengan tidak meninggalkan kodratnya. “Kodrat perempuan adalah sebagai seorang istri dan juga ibu bagi anak-anaknya. Tetapi, juga harus bisa berkembang tanpa meninggalkan kodrat itu sendiri,” jelasnya. (sid/rf)