Asyik, 293 Jukir di Kabupaten Pasuruan Diikutsertakan BPJS

TERJAMIN: Seorang jukir di Kabupaten Pasuruan menunggu sejumlah sepeda motor yang menjadi tanggung jawabnya. Kini, para jukir di Kabupaten Pasuruan juga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN – Keselamatan kerja para juru parkir (jukir) di Kabupaten Pasuruan, kini lebih terjamin. Sejumlah 293 jukir yang berada di bawah kerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, kini resmi diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Hery Yitno mengatakan, kebijakan ini merupakan kali pertama di Kabupaten Pasuruan. Sama halnya dengan yang ditempuh dua daerah lainnya di Jawa Timur yakni Kota Surabaya dan Kabupaten Situbondo. “Rencana ini muncul dari hasil diskusi internal awal tahun 2019 dengan BPJS Ketenagakerjaan dan jukir,” ujarnya.

Ratusan jukir di bawah naungan dan binaan Dishub Kabupaten Pasuruan, itu akan didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan awal pekan ini. Mereka terdiri atas 220 jukir tepi jalan nasional dan 50 jukir khusus, serta 21 orang pengawas jukir.

Heri mengatakan, lokasi kerja para jukir yang berada di tepi jalan sangat berisiko dan rentan terjadi kecelakaan kerja. Sehingga, sudah saatnya mereka diikutsertakan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Pengembalian setoran 40 persen dari jukir setiap bulannya, Rp 10 ribu dibayarkan untuk BPJS Ketengakerjaan. Itu, digunakan untuk jaminan keselamatan kerja dan santunan kematian,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Anak Agung Karma Krisnadi mengatakan, 293 jukir di Kabupaten Pasuruan resmi terdaftar peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Sesuai UU 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, maka semua tenaga kerja seharusnya terlindungi, minimal untuk kecelakaan kerja dan kematian, temasuk jukir,” ujarnya. (zal/rud/fun)