Atap Ambruk, Siswa Dua Kelas SDN Kedung Rejoso II Ngungsi

KOTAANYAR – Ambruknya dua atap ruang kelas di SD Negeri II Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/3) membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) di dua ruang kelas itu akhirnya dipindah. Kelas I dipindahkan ke balai desa setempat. Sedangkan kelas 6, dipindah ke ruangan kosong di SDN I Kedung Rejoso.

Kepala Sekolah SDN II Kedung Rejoso Sri Pangestu mengatakan, mau tidak mau pihaknya memindahkan lokasi KBM. Selain dimaksudkan agar siswa-siswi di dua kelas itu tetap mengikuti KBM, pemindahan lokasi KBM juga dimaksudkan agar proses belajar siswa lebih aman dan nyaman.

“Tidak kami liburkan. Mereka belajar seperti biasanya. Tetapi, untuk ruangannya kami pindah agar nyaman,” terangnya. Untuk ruang kelas yang atapnya ambruk disapu angin, Kamis (14/3) dilakukan pembersihan.

Pihak sekolah dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Puing-puing atap yang ambruk itu dibersihkan dan disisihkan yang masih bisa dipakai.

Sri Pangestu mengaku, jika saat kejadian ia belum mengetahui peristiwa tersebut. Ia baru mengetahui saat diberi informasi oleh salah seorang guru yang kebetulan rumahnya dekat dengan sekolah. “Jadi, saya tidak tahu. Sore itu kan kondisi sekolah sudah pulang semua. Saya sempat shock mendengarnya,” jelasnya.

Adelia, 13, salah satu siswi kelas VI yang kebetulan atap ruang kelasnya ambruk mengatakan, agar ruang kelas yang rusak itu segera diperbaiki. Itu, lantaran ia tidak nyaman belajar di ruangan yang bukan ruang kelasnya. Apalagi, menurutnya sudah mendekati ujian nasional. “Tidak enak. Kan biasanya kumpul jadi satu, sekarang pisah. Apalagi sudah hampir Unas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Dewi Korina mengatakan, pihaknya masih melakukan penghitungan berapa kerugian terhadap atap sekolah yang ambruk itu. Sehingga, nanti akan diajukan untuk perbaikan.

“Masih kami hitung kerusakannya apa saja. Nanti jika sudah ketemu, semua baru akan kami lakukan pengajuan agar segera dilakukan perbaikan,” terangnya.

Sebelumnya, dua atap ruang kelas SDN II Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, ambruk tertimpa pohon jati. Itu, disebabkan hujan deras dan angin kencang. Akibatnya, dua ruang kelas itu yakni kelas satu dan enam tidak bisa digunakan. (sid/rf)