Berdayakan Perempuan, Juga Kenalkan Batik Gender

BATIK GENDER: Pencanangan Batik Gender Kabupaten Pro­bolinggo oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ny. Nunung Timbul Prihanjoko (dua dari kiri), Kepala DPPKB Shodiq Tjahjono (dua dari kanan) dan Rusyami, pemilik Batik Rengganis yang juga pembuat Batik Gender. Batik Gender ditunjukkan oleh dua anggota Paguyuban Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo, sukses menggelar event Talk Show Bareng Bupati Probolinggo dan Ustadah Oki Setiana Dewi, Rabu (14/3). Event dengan tema ‘Tantangan Perempuan di Era Milenial’ ini dihadiri ratusan undangan.

BUNGA: Bupati Puput Tantriana Sari menerima buket bunga dari Jawa Pos Radar Bromo sebagai event organizer acara Talk Show Bareng Bupati Probolinggo dan Ustadah Oki Setiana Dewi. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, talk show dimulai sekitar pukul 09.00. Acara dihadiri Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, sekaligus membuka acara.

Acara yang diikuti para perempuan itu, juga dihadiri sejumlah tokoh perempuan, organisasi perempuan, dan sejumlah nyai di Kabupaten Probolinggo. Beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo juga hadir. Seperti Kepala DPPKB Shodiq Tjahjono, Kepala Dinas Kesehatan Anang Budi Yoelianto, dan Kepala Dinas Pendidikan Dewi Korina.

Talk show sendiri berlangsung gayeng. Sejumlah kegiatan juga digelar untuk memeriahkan talk show. Di antaranya, pembukaan stan di luar ruang utama. Setidaknya, ada dua stan yang dibuka. Yaitu, stan Puspaga milik DPPKB. Stan ini dibuka untuk mengenalkan program pembinaan keluarga yang dimiliki DPPKB.

Juga ada stan Batik Rengganis milik Bu Rusyami dari Krejengan. Stan ini dibuka untuk mengenalkan salah satu potensi batik di Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, digelar peragaan busana batik karya Batik Rengganis. Peragaan Batik Rengganis ini dilakukan oleh Paguyuban Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo.

Acara ini juga diselingi dengan paduan suara SMAN 1 Kraksaan yang menghibur undangan, mulai sebelum acara dimulai. Agar acara makin meriah, panitia juga memberikan 70 door prize bagi undangan yang beruntung.

Dalam kesempatan itu, juga dicanangkan Batik Gender Kabupaten Probolinggo oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Tantri panggilannya menegaskan, sudah mewajibkan PNS di lingkungan Pemkab Probolinggo untuk menggunakan batik khas Kabupaten Probolinggo. Ke depan, pemkab menurutnya juga akan mewajibkan para guru menggunakan batik khas kabupaten.

Sebelum pencanangan Batik Gender, Tantri dalam sambutannya menerangkan pentingnya perempuan dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan harus bisa berkembang.

“Selain menjadi ibu rumah tangga yang telah dikodratkan, juga harus berkembang. Masuk ke segala lini,” ungkapnya.

Ia mencontohkan peran Ustadah Oki Setiana Dewi. Menurutnya, Oki pantas menjadi panutan. Sebab, perempuan kelahiran 1989 itu mampu berperan aktif di beberapa bidang. Selain menjadi penulis, juga berdakwah.

“Tetapi, ustadah Oki juga tidak lupa dengan kodratnya. Yaitu, mengurus suami dan ketiga anaknya. Meskipun dalam kesibukannya ia mampu menjalani itu semua,” ungkapnya.

Ustadah Oki sendiri mulai menyampaikan ceramahnya setelah pencanangan Batik Gender. Dia terkait negara Andalusia. Pada masa kejayaan Islam, negara itu adalah negara terkuat dan banyak pemeluk Islam. Namun, pada akhirnya negara itu hancur dan pemeluk Islam pun makin sedikit.

BATIK KHAS: Peragaan busana batik karya Batik Rengganis oleh Paguyuban Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo. Peragaan untuk mempromosikan salah satu batik khas Kabupaten Probolinggo. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, itu lantaran banyak orang Islam saat itu memfitnah sesama Islam. Juga menghujat sesama Islam, sehingga terjadi perang antar agama Islam.

“Itulah yang menyebabkan negara itu hancur dan tanpa orang Islam. Karena itu, mari kita jangan ikut-ikutan menyebar hoaks. Jangan ikut-ikutan memfitnah ulama dan jangan menghujat sesama Islam. Sehingga, negara kita tetap aman dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan di DPPKB Amalia Etiq Primahayu mengatakan, tujuan acara tak lain untuk memberikan motivasi kepada para wanita di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, juga sebagai ajang promosi batik khas daerah setempat.

“Acara ini memang untuk melakukan pemberdayaan kepada para perempuan dengan memberikan motivasi. Selain itu, juga mempromosikan Batik Gender dan batik khas kabupaten,” ungkapnya.

Menurutnya, acara tersebut berjalan dengan sukses. Hadir ratusan wanita dari semua elemen di Kabupaten Probolinggo. Mulai DPRD, dinas, dan para pengusaha wanita yang ada di daerah.

“Alhamdulillah berjalan sukses. Semoga sinergi ini bisa terus dilakukan. Ini, tentunya semata-mata memajukan perempuan yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Acara itu pun usai setelah beberapa pertanyaan disampaikan oleh ibu-ibu yang hadir pada Ustadah Oki dan kemudian dilakukan sesi foto bersama. (sid/hn)