Butuh Banyak Pendamping PKH, Kemensos Hanya Berikan Kuota Segini

PASURUAN – Upaya Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pasuruan untuk menambah jumlah pendamping tahun ini tidak tercapai. Ini lantaran Kementerian Sosial (Kemensos) hanya membuka 5 tambahan pendamping PKH di Kabupaten Pasuruan. Jumlah ini adalah untuk mengganti pendamping PKH yang sebelumnya mengundurkan diri.

Hadi Prayitno, Koordinator PKH Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa, sebelumnya memang dibutuhkan tambahan pendamping yang lebih banyak. Ini lantaran dari tahun lalu yang awalnya 91.506 KPM sementara juga diberikan kuota pendamping PKH hanya 199 orang. Sementara jumlah tahun ini penerima PKH menjadi 96.432 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Sebenarnya dari tahun lalu, jumlah pendamping PKH memang kurang ideal. Ini lantaran 1 pendamping rata-rata harus mendampingi 400-600 KPM. Padahal idealnya hanya 260–350 KPM,” jelasnya.

Hadi mengatakan bahwa tidak ditambahkan kuota pendamping PKH lantaran anggaran dari Kemensos yang terbatas. Sehingga mau tidak mau tahun ini beban pendamping memang lebih banyak dimana akan banyak pendamping yang mendampingi penerima PKH hingga 600 KPM.

“Kami akan maksimalkan yang ada, karena pendamping ini tidak hanya untuk mendata dan memonitoring KPM tapi juga rutin memberikan pendidikan Family Development System,” terangnya.

Family Development System (FDS) atau pendampingan tentang pengembangan keluarga seperti mindset mulai cara pengasuhan anak, peningkatan ekonomi, kesehatan dan gizi, perlindungan anak sampai penanganan disabilitas dan anak. Sehingga KPM tidak hanya diberikan bantuan dana tapi juga diberikan pendidikan untuk anak sampai materi ekonomi agar kedepan bisa mandiri secara ekonomi. (eka/fun)