Forum Lintas Umat Beragama Pasuruan Kutuk Aksi Teroris di Selandia Baru

BERGANDENGAN: Anggota forum lintas umat beragama saat menggelar aksi damai di Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Jumat malam (15/3). (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO -Aksi terorisme yang menyebabkan 40 orang  tewas saat Salat Jumat di Chirstchurch, Selandia Baru, memantik perhatian sejumlah kalangan. Tidak terkecuali forum lintas umat beragama di Kota Pasuruan.

Jumat malam (15/3), sejumlah tokoh agama di Kota Pasuruan berkumpul di Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan Lombok, Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo. Mereka mengutuk keras aksi yang tidak berperikemanusiaan ini.

Perwakilan yang hadir dalam aksi solidaritas ini di antaranya tokoh agama Konghucu, Yudi Darma Santoso; tokoh agama Budha, Siswanto; tokoh agama Katolik, Ignasius Suyadi; dan walaka umat Hindu, Dewa Made Martono.

Selanjutnya, tokoh agama Kristen, Untung Irwanto dan Dwi Hardono; perwakilan Kemenag Kota Pasuruan, Munif; perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Ustad Munzir; serta perwakilan paguyuban sosial marga Tionghoa, Wibisono.

Yudi Darma Santoso mengungkapkan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas pada umat Islam yang tewas saat beribadah. Ia menyebut agama itu sebagai jalan suci dan tidak pernah mengajarkan kekerasan. “Kami merasa terpanggil, sebab semua agama itu mengajarkan kebaikan menuju Tuhan. Tentu kekerasan ini tidak bisa dibenarkan,” jelas Yudi.

Untung Irwanto merasakan kepedihan umat Islam yang menjadi korban saat sedang beribadah. “Umat Islam adalah saudara kami. Kami menyampaikan duka cita mendalam pada insiden kemanusiaan ini. Dan, mudah-mudahan tidak terulang,” ungkapnya.

Munif mengatakan, Kemenag dari pusat sampai daerah sudah mengambil sikap. Dan, ini merupakan musibah kemanusian yang harus segera diselesaikan  oleh umat beragama. “Kami minta masyarakat  untuk tetap  tenang dan tidak anarkis. Sebab, perbuatan ini tidak mencerminkan salah satu agama dan harus dilawan,” pintanya. (riz/rf)