Produksi Padi Minim, Tak Ada Resi Gudang di Kota Probolinggo

MAYANGAN – Produksi pertanian di Kota Probolinggo relatif kecil. Lantaran itu, di kota mangga tak memiliki program resi gudang seperti di Kabupaten Probolinggo.

Asep S. Lelono, kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo menjelaskan, resi gudang adalah program yang dilakukan Kementerian Pertanian. Tujuannya, untuk menunda penjualan hasil pertanian.

Namun, di Kota Probolinggo tidak ada program resi gudang. Sebab, hasil pertanian Kota Probolinggo, terutama beras relatif kecil. Bahkan, tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan warga Kota Probolinggo.

“Setiap tahun panen padi hanya kisaran 8.900 ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi beras rata-rata 20 ribu ton di Kota Probolinggo. Jadi, relatif kecil panennya,” ujarnya.

Kecilnya hasil panen ini membuat program resi gudang tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan Kabupaten Probolinggo yang produksi panennya cukup tinggi.

“Resi gudang ini upaya untuk melakukan tunda jual ketika harga beras atau komoditas pertanian lain turun. Petani bisa menyimpan hasil panennya ketika turun dan menjualnya ketika harga naik,” ujarnya.

Meskipun tidak memiliki program resi gudang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo mendorong masyarakat memiliki gudang pangan sendiri. Seperti kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat zaman dulu.

“Warga-warga dulu itu kan punya gudang pangan sendiri di rumah. Untuk antisipasi jika ada kekeringan atau bencana alam lain,” ujarnya. (put/hn)