Tawarkan Proyek, Warga Panggungrejo Ini Bawa Kabur Duit hingga Mobil

PASURUAN – Akal bulus Achmad Ichsan, 31, untuk menipu korbannya terbilang sukses. Hanya berbekal tawaran proyek dengan nilai fantastis, ia berhasil membuat mangsanya tergiur. Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian ratusan juta.

Pelaku yang merupakan warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu memuluskan aksinya pada 12 September 2018. Korbannya yakni Rani Okta, 43, warga Petarukan, Pemalang, yang notabene masih temannya sendiri.

Langkah awal pelaku bermula saat ia mendatangi rumah kontrakan korban di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Saat itu pelaku mengaku mendapat proyek perawatan Pasar Wonorejo dan Pasar Purwosari senilai Rp 175 juta.

Setelah itu, pelaku menawari korban untuk ambil bagian dalam proyek tersebut. Caranya, dengan meminjamkan uang senilai Rp 65 juta. Dengan kesepakatan, uang pinjaman itu akan segera dikembalikan. Selain itu, pelaku juga berjanji keuntungan yang didapat setelah proyek rampung akan dibagi dengan korban.

“Tak hanya uang, pelaku juga pinjam mobil Blazer dan motor Supra X pada korban. Alasannya untuk keperluan operasional selama mengerjakan proyek,” terang Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Saat perjanjian keduanya telah jatuh tempo, korban tak juga menerima pengembalian dana dan dua kendaraan yang dipinjam dari pelaku. Termasuk pencairan uang hasil proyek yang dijanjikan semula. Pelaku pun tak bisa dihubungi. Karena itu korban melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Dari laporan itu, kami lakukan lidik. Kami gali keterangan dari saksi-saksi, termasuk dinas yang disebut memiliki proyek perawatan pasar,” kata Slamet. Hasil penyelidikan itu terungkap bahwa pelaku hanya berpura-pura sebagai kontraktor. Padahal, uang Rp 65 juta yang diberikan korban digunakan untuk keperluan lain.

Pelaku kemudian diamankan dari rumahnya, Minggu (10/4) lalu. Slamet menyebut, pihaknya mengantongi tiga lembar bukti transfer, fotokopi BPKB motor dan mobil korban. Sedangkan dari tangan pelaku, polisi menyita mobil Blazer milik korban.

“Uangnya yang senilai Rp 65 juta itu sudah dihabiskan. Sekarang kami masih lakukan pengembangan untuk mencari motor korban yang juga dibawa kabur oleh tersangka,” jelas Slamet.

Sementara itu, tersangka kini ditahan di sel Mapolres Pasuruan Kota untuk menjalani proses penyidikan. Ia dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. “Ancaman hukumannya empat tahun pidana penjara,” pungkas Slamet. (tom/rf)