Akses Air Minum-Sanitasi di Kota Pasuruan Lampaui Rata-rata Nasional

AJAK HIDUP SEHAT: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat meninjau rumah warga yang memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat terkait sambungan air bersihnya. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mewanti-wanti masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Meskipun terkesan sepele, kebersihan lingkungan dinilai menjadi modal utama dalam membangun kesejahteraan dalam suatu keluarga.

Hal itu disampaikannya di hadapan puluhan masyarakat penerima manfaat hibah proyek sanitasi dan air minum perkotaan di Kantor Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan, Jumat (15/3). Menurutnya, menjaga pola hidup bersih kerap disepelekan sebagian masyarakat.

Karena kesadaran masyarakat akan kebersihan rendah, maka akan berdampak pada kondisi kesehatan. Ia merunut, hal itu pun akan berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat dalam lingkup keluarga.

“Jika tidak sehat, maka pendidikan bagi anak kita juga tidak terpenuhi secara maksimal. Imbasnya ketika memasuki usia produktif sulit mendapat pekerjaan atau membuka peluang usaha,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lantaran pendapatan yang dihasilkan tak memadai. “Akhirnya, kelompok masyarakat seperti itu akan terjebak dalam kemiskinan,” ujarnya.

Ia menyebut, pemenuhan air minum dan sanitasi yang layak menjadi salah satu penunjang terjaminnya kesehatan masyarakat. Dua hal itu disebut sebagai kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah pusat merealisasikan hibah program akses air minum dan sanitasi di Kota Pasuruan selama tiga tahun terakhir.

Dengan rincian, hibah air minum perkotaan yang terverifikasi saat ini sebanyak 1.285 SR, sedangkan realisasi hibah air limbah setempat sebanyak 369 unit septic tank. Saat ini Bambang mengklaim akses air minum layak dan sanitasi di Kota Pasuruan sudah melebihi rata-rata skala provinsi maupun nasional.

Akses air minum layak di Kota Pasuruan sebesar 76 persen, sementara rata-rata dalam skala Provinsi Jawa Timur sebesar 65,16 persen. Begitu pula dengan akses sanitasi, Kota Pasuruan sebesar 83,04 persen, sementara akses layak nasional sebesar 74,58 persen.

“Besarnya akses sanitasi ini juga menunjukkan kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh. BABS di Kota Pasuruan sekarang hanya 5 persen dari jumlah penduduk saat ini. Lebih baik dari rata-rata daerah lain. Skala provinsi saja BABS masih di atas 11 persen. Sedangkan skala nasional 9,36 persen,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengaku, pihaknya selama ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat. Pembangunan infrastruktur dilakukan melalui DAK, DAU, maupun Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah pusat atas program hibah tersebut. Dengan begitu upaya pengentasan permukiman kumuh bisa cepat terealisasi. Selain itu, pelayanan air minum dan meningkatnya akses sanitasi layak dapat tercapai. Hal itu sesuai dengan Perpres Nomor 2/2015 tentang Rencana Pembangunan Menengah Nasional Tahun 2015-2019.

“Dengan realisasi bantuan hibah ini, tentunya kami berharap agar masyarakat penerima manfaat turut menjaga fasilitas yang ada. Agar kondisinya tetap terawat dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

Di akhir kunjungan, Bambang Brodjonegoro juga menyempatkan diri untuk meninjau sejumlah lokasi pembangunan akses air minum. Sedikitnya ada tiga titik yang ditinjau langsung oleh Bambang. Ia juga sempat menanyai beberapa warga penerima manfaat.

“Sejak 2017 lalu sudah lancar, jarang mati. Biayanya juga tidak membebani. Sebelumnya saya hampir Rp 1 juta tiap bulannya, sekarang sekitaran Rp 100 ribu untuk bayar air,” kata Solihan, ketua RW 4 Kelurahan Purworejo. (tom/rf)