Antisipasi Hujan Abu di Bromo, Bagikan Masker ke Sekolah

SUKAPURA-BPBD Kabupaten Probolinggo membagikan 10 ribu masker merespons abu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Bromo. Jumat (15/3), pihak Kecamatan Sukapura membagikan langsung ribuan masker itu ke 9 lembaga pendidikan di kawasan wisata Bromo.

Camat Sukapura Yulius Christian menegaskan, pembagian masker itu sebagai bentuk antisipasi kesiapsiagaan dalam menghadapi erupsi Gunung Bromo. Saat ini Gunung Bromo masih waspada level II, tidak ada peningkatan status.

Kalau peningkatan aktivitas, memang jamak terjadi. Termasuk abu tipis yang turun ke permukiman karena pengaruh arah angin ke timur.

“Pembagian masker itu sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah. Kami dari kecamatan langsung membagikan ke sekolah terdekat. Tapi, masker itu untuk persediaan bila dibutuhkan. Bukan berarti sekarang dalam keadaan darurat,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Camat mengungkapkan, sejauh ini aktivitas warga, sekolah, maupun wisatawan tidak terganggung dengan kondisi erupsi Bromo yang melontarkan asap pekat dan abu vulkanik. “Sekarang cuaca terang dan cerah. Hujan abu tipis itu terjadi saat arah angin ke timur. Tapi, kami tetap melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan dari pemerintah daerah,” terangnya.

Sembilan lembaga sekolah yang diberikan masker itu meliputi SD Negeri Jetak, SDN Ngadisari 1 dan 2, SDN Sariwani 1 dan 2, SDN Pakel 2, SDN Wonokerto 1 dan 2, serta SDN Ngadirejo. “Total ada 1.600 masker yang kami bagikan ke lembaga sekolah. Selain itu, kami juga bagikan ke desa, sebagai antisipasi kesiapsiagaan. Jika masker yang diterima kurang, stok di kecamatan banyak dan siap dibagikan,” terangnya. (mas/rf)