Bawaslu Ingatkan Warga Jangan Rusak APK Karena Bisa Dipidana

KRAKSAAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak merusak alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu. Sebab, jika kedapatan melakukan pengurusakan maka akan berurusan dengan pihak penegak hukum.

Imbauan itu disuarakan Fathul Qorib, Ketua Bawaslu kabupaten setempat. Dia menjelaskan, selama ini masih belum ada laporan perusakan APK. Baik itu banner maupun baliho. Karenanya pihaknya berharap kondisi tersebut tetap terjaga.

“Kalau laporan perusakan selama musim kampanye ini belum ada ke kami. Oleh karena itu, kami berharap agar kondisi seperti ini dijaga terus oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada yang sampai melakukan perusakan terhadap APK peserta pemilu, maka akan berurusan dengan pihak berwajib. Baik itu, tim kampanye ataupun masyarkat umum. “Kalau tim kampanye atau relawan yang terdaftar itu ranahnya laporan kepada kami. Tetapi, untuk masyarkat umum, iranahnya masuk pidana. Jadi langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Qorib itu juga menjelaskan Undang Undang Pemilu Nomor 7/17. Salah satu poinnya tentang larangan dalam kampanye di pasal 280 ayat (1) huruf G. Yaitu merusak dan/ menghilangkan alat peraga kampanye peserta pamilu.

“Aturannya jelas. Larangan dan sanksinya juga diatur,” terangnya.

Untuk sanksinya sendiri diatur pada pasal 521. Yaitu setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu sebagai mana dimaksud pada pasal 280 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

“Jadi jangan main main. Mari jaga kedamaian dan ekamanan pemilu ini bisa berjalan langsung. Mari sukseskan pemilu tanpada ada tindakan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lainm” terangnya. (sid/fun)