BPBD Imbau Warga Waspadai Siklon Tropis Savannah

KEDOPOK-Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menyebut, selama tiga hari terakhir, masuk cuaca ekstrem. BPBD pun mengimbau warga Kota Probolinggo agar waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Prijo Djatmiko menegaskan, selama tiga hari itu, bisa terjadi angin kencang. Bahkan, berpotensi terjadi hujan badai disertai petir. Yaitu, Kamis, Jumat, dan Sabtu (14, 15, dan 16/3).

“Memang mulai kemarin (dua hari lalu, Red.), cuacanya ekstrem. Angin kencang serta hujan lebat yang disertai badai dan petir,” terangnya.

Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh Siklon Tropis Savannah di Samudera Hindia Barat Sumatera. Cuaca ekstrem ini juga diakibatkan adanya pertemuan masa udara di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Laut Banda, dan NTT. Juga karena terjadi belokan angin di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

“Biasanya wilayah-wilayah yang berada pada daerah pertemuan akan sangat identik dengan cuaca yang kurang bersahabat. Salah satunya di Jawa Timur, termasuk Probolinggo. Oleh karena kondisi angin di Kota Probolinggo sendiri cukup kencang,” terangnya.

Dampaknya, beberapa pohon roboh, selama terjadi angin kencang. Pohon berukuran besar tubang di Jl Raya KH Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Jumat (15/3) sore. Karena batang pohon menutupi seluruh badan jalan, arus lalu lintas pun tersendat. Tak hanya itu, aliran listrik pun dipadamkan sementara untuk mengevakusi pohon yang menutupi jalan.

Fajar, 35, salah satu pengendara yang rumahnya di sekitar lokasi mengaku, mulai kemarin angin kencang. Dampaknya, salah satu pohon yang berada di lokasi itu tumbang.

“Kemarin (14/3) angin sudah kencang, hingga hari ini. Akibatnya pohon dengan tinggi sekitar 14 meter itu tumbang. Saat ini masih dipangkas,” terang Fajar dengan logat Madura-nya.

Tidak hanya itu. Belasan banner di Gladak Serang dan di beberapa titik, seperti Curah Grinting dan Kademangan. Juga tumbang. “Angin cukup kencang, jadi kami imbau warga tidak berada di bawah pohon. Lebih lagi pohon yang usianya sudah tua,” bebernya.

BPBD pun melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi kondisi ini. Di antaranya, bekerja sama dengan DLH mengepras ranting pohon. “Kami imbau agar masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem. Termasuk pohon tumbang,” pungkasnya. (rpd/hn)