KPU Kekurangan 12 Pendaftar Petugas KPPS di Kota Pasuruan

PASURUAN – Berbagai kebutuhan yang diperlukan saat pemungutan suara Pemilu 2019 berangsur dipenuhi. Selain menyiapkan logistik, KPU juga mulai menjaring tenaga yang akan ditugaskan sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Jumlah KPPS yang dibutuhkan di Kota Pasuruan kali ini sebanyak 4.347 orang. Mereka akan direkrut untuk bertugas di 621 TPS yang tersebar di 34 kelurahan yang ada. Masing-masing TPS, membutuhkan tujuh tenaga. Rinciannya, enam orang anggota KPPS dan seorang sebagai Ketua KPPS.

“Masa pendaftarannya sudah berakhir, dilaksanakan pada 28 Februari hingga 6 Maret kemarin,” kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Pasuruan, Mulyadi kemarin (15/3).

Sejauh ini, KPU baru merekap data pendaftar atau calon KPPS. Selama enam hari membuka pendaftaran, terdapat 4.355 orang yang mendaftar KPPS. Dengan rincian sebanyak 2.678 pendaftar laki-laki dan 1.677 pendaftar perempuan.

Jumlah itu, kata Mulyadi, memang melebihi kuota keseluruhan yang dibutuhkan. “Akan tetapi pendaftar di Kelurahan Tapaan ada kekurangan. Yang belum terpenuhi sebanyak 12 orang,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya tengah berupaya untuk menutupi kekurangan jumlah pendaftar tersebut. “Kekurangan 12 orang itu nanti akan kami koordinasikan dengan lembaga pendidikan di sekitarnya. Namun mekanisme perekrutan tetap berlaku,” katanya.

Dia membeberkan, saat ini masing-masing PPS masih melakukan tahapan seleksi. Disamping itu juga menunggu tanggapan masyarakat terkait calon KPPS yang mendaftar. Terutama berkaitan dengan integritas serta netralitasnya dalam Pemilu 2019.

Mulyadi membeberkan, ada 14 syarat yang mesti dipenuhi setiap pendaftar KPPS. Tiga diantaranya merupakan pantangan yang harus dihindari dalam perekrutan KPPS. “Setiap KPPS tidak pernah dipidana penjara selama lima tahun atau lebih, tidak menjabat selama dua kali sebagai KPPS, dan tidak sedang menjadi tim kampanye peserta pemilu,” pungkasnya. (tom/fun)